ONENEWS, PURWOKERTO – Setelah sukses melaksanakan Konferensi Internasional tentang Law, Governance and Social Justice (ICOLGAS) yang pertama pada tahun 2018, Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menyelenggarakan ICOLGAS kedua dari 3 sampai 4 Nopember 2020.

Konferensi itu diadakan merupakan bagian dari rangkaian
kegiatan Dies Natalis FH Unsoed ke-39 dan juga upaya FH Unsoed menunjukkan eksistensi secara global dalam memberikan kontribusi pemikiran dan studi kritis terhadap perkembangan keilmuan hukum, pemerintahan dan keadilan sosial.

“Dalam konteks global, persoalan hukum, pemerintahan dan
keadilan sosial menjadi aspek penting dalam rangka menciptakan kemajuan dan pencapaian tujuan negara,” kata Prof. Dr. Ade Maman Suherman, SH.,MH. dalam jumpa persnya di ruang Press Conference FH Unsoed, Karangwangkal, Purwokerto, Senin (2/11/2020).

Namun disisi lain, dinamika
lingkungan politik global serta kondisi pandemi berpotensi
mempengaruhi kebijakan negara, menjadi tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan tata pemerintahan yang berkeadilan.

Melalui pendekatan hukum, seharusnya hukum disematkan sebagai media untuk menciptakan ketertiban, keteraturan serta memberikan jaminan perlindungan hukum bagi masyarakat.

“Dalam konteks pemerintahan, pemerintah diharapkan dapat mengatur dan mengurus kebutuhan masyarakat sesuai dengan problematika yang terjadi, menjadi adaptif dan solutif terhadap kondisi kekinian,” ujarnya.

Dengan pendekatan keadilan sosial, hukum dan pemerintah seharusnya berkelindan untuk memberikan perlakuan yang adil sehingga terbentuknya kehidupan bermasyarakat yang adil dan makmur.

Ketiga kondisi tersebut mendasari perlunya penelitian, pengkajian dan diskusi intensif di seputar persoalan hukum dan
pemerintahan dalam rangka menciptakan sistem pemerintahan yang berkeadilan sesuai dengan karakteristik negaranya, serta berorientasi pada kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan demikian, pemerhati hukum, masyarakat dan semua pemangku kepentingan akan mendapatkan pemahaman yang terang dan berimbang dalam menganalisis suatu sistem pemerintahan yang didasarkan pada teori, praktik, komparasi dan lesson learn dari sistem hukum yang lain,
“katanya.

Dia berharap melalui ICOLGAS itu FH Unsoed yang sekarang sudah berakreditasi A, dapat meraih akreditasi internasional.

“Harapan kita juga pak Rektor, dengan penyelenggaraan konferensi internasional ini, fakultas hukum Unsoed bisa meraih akreditasi internasional,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Panitia ICOLGAS ke-2, Dr. Tedi Sudrajat, SH., MH. menjelaskan, dalam Konferensi Internasional itu akan menghadirkan pembicara dari lima negara diantaranya Prof. Dr. Thomas Schmitz dari Universitas Gottingen Jerman, Prof. Dr. Nazura Abdul Manap dari Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Prof. Osyad Awawda dari Universitas Hebron Palestina.

“Selain pembicara dari lima negara tadi, sebagai keynote speakernya yaitu Ketua Komisi Yudisial RI Dr. Jaja Ahmad Jayus, SH., M.Hum,”ucapnya.

Menurutnya, Konferensi internasional selama dua hari tersebut akan dilaksanakan secara luring dan daring.

“Secara luring dilakukan di aula justicia 3 FH Unsoed dengan peserta terbatas sesuai protokol kesehatan dan secara daring dilakukan dengan aplikasi zoom dan youtube live (Official FH Unsoed,”ungkapnya.

Sedangkan peserta yang ikut ICOLGAS ke-2 itu diikuti oleh 457 partisipan dan ada 176 artikel terpilih yang akan dipresentasikan ke dalam sembilan topik.

“Kesembilan topik yaitu International Law, Sosial Justice and Human Rights, Constitution Law, Administrative Law, Criminal Law and Criminal Justice System, Spesific (Pandemic Issue), Business and Comercial Law, Law and Public Policy dan Legal Proteccion,”imbuhnya.

Artikel tersebut akan dipublikasikan ke mitra publikasi penyelenggara baik di Jurnal Internasional Bereputasi, Jurnal Nasional maupun proceeding atlantis press.(*)

Berikan Tanggapanmu