Lanny Irawati Irwanto yang mengaku kecewa dengan sistem penegakan hukum yang tebang pilih.(Foto:dokpri)

ONENEWS, PURWOKERTO – Seorang warga bernama Lanny Irawati Irwanto wwrga Jalan HM Bachroun No.21 Purwokerto dalam rilis yang diterima 1News.id, Minggu (1511/2020) pukul 15:00 WIB menyampaikan beberapa hal terkait penegakan hukum dan rasa keadilan dalam proses penyidikan dan peradilan yang kini tengah dialaminya.

Menurutnya persamaan warga negara dimata hukum masih tumpul ke atas dan sangat tajam kebawah ,berdasarkan hal tersebut Lanny juga sebagai warga negara meminta kepada para penegak hukum untuk bisa bersikap adil dan tidak sewenang wenang dalam penanganan tindak pidana.

Hal itu Lanny kemukakan sebagai Pelapor atas dugaan tindak pidana Sumpah Palsu dan memberikan keterangan tidak benar dalam suatu akta sesuai Pasal 242
KUHP dan Pasal 266 KUHP yang diduga dilakukan oleh inisial D seorang Pengusaha.

Ditambahkan, Bahwa setelah melalui proses penyidikan, D telah ditetapkan sebagai Tersangka Sumpah Palsu oleh Penyidik Polresta Banyumas tertanggal 25 Agustus 2020 ini, namun dalam proses penyidikan tersebut Tersangka D tidak dilakukan penahanan dan hanya diwajibkan apel 2 kali dalam seminggu.

Atas hal tersebut, Lanny pada tanggal 3 Nopember 2020, sebagai Pelapor telah mengirimkan surat Kepada Kepala Kejaksaan Negeri Purwokerto yang isinya mengenai Permohonan Perlakuan Yang Sama Di Mata Hukum.

Kemudian masih menurut Lanny, bahwa pada tanggal 5 Nopember 2020, Tersangka D telah dilakukan pelimpahan dari Penyidik Polres Banyumas kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Purwokerto, namun pihak kejaksaan tidak memperhatikan surat Pelapor selaku korban karena setelah dilakukan tahap 2 atau pelimpahan tidak diikuti dengan upaya paksa berupa penahanan tersangka.

Hal ini tidak seperti perlakukan terhadap
Tersangka lain dalam kasus yang sama mengenai Sumpah Palsu.Padahal menurut Lanny, tersangka D telah melakukan pembuatan duplikat SHM sebanyak 3 buah.

“Berdasarkan hal tersebut saya juga sebagai warga negara meminta kepada
para penegak hukum untuk bisa bersikap adil dan tidak sewenang wenang
dalam penanganan tindak pidana.”Kata Lanny (*)

Berikan Tanggapanmu