ONENEWS, BANYUMAS – Bupati Banyumas Ir Achmad Husein menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas, Drs Edy Aprotuwiyono dan petugas sensus penduduk di Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Banyumas, Kamis (10/09/2020) pagi. Kedatangan petugas sensus ke kediaman orang nomor satu di Banyumas itu bertujuan untuk memverifikasi data sensus penduduk. Dimana saat ini, mulai tanggal 1 – 15 september 2020 pendataan sensus penduduk telah dilakukan serentak Se-Indonesia.

Sebelumnya Bupati Banyumas telah melakukan Sensus Penduduk (SP) secara online. Pada verifikasi ini Bupati menceritakan bahwa anaknya Bagas saat ini kembali kerumah, dalam catatan online Bagas tinggal di Surabaya karena pendidikan dan juga saat ini ada keponakan yang tinggal disini.

“Anak saya Bagas sekarang balik kesini karena belajar secara online, dan ada keponakan yang ikut tinggal disini,” kata Bupati Husein

Bupati meminta asistennya untuk memlengkapi data KTP dan KK kepada petugas, agar data hasil dari sensus penduduk sesusi dengan kondisi saat ada sensus penduduk.

Kepala BPS Kabupaten Banyumas Edy Aprotuwiyono mengatakan kegiatan sensus pada tahapan verfikasi dimaksudkan untuk mengecek valid tidaknya data penduduk di Banyumas.

“Beberapa waktu lalu Pak Bupati sudah mengisi data SP secara online, nah sekarang kami tinggal verifikasi data tersebut. Barangkali terjadi perubahan data misalnya ada anggota keluarga baru atau ada yang pindah,” katanya.

Dengan adanya perubahan yang disampaikan, pihaknya segera menyesuaikan data kondisi terakhir. Edy Pro menambahkan proses sensus penduduk sangat mudah hanya dibutuhkan KTP, KK kemudian pencatatan terhadap aktivitas. Kalau ada keluarga yang lain tinggal dicatat saja, walaupun berbeda KK bisa disensus pada sensus BPS kali ini.

“Masyarakat tidak perlu kawatir terkait protokol kesehatan. Para petugas sensus telah dibekali dengan perlengkapan sesuai dengan protokol kesehatan dengan tahapan standart operasional yang juga sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya

Edy berharap masyarakat juga dapat berpartisipasi dan mendukung kegiatan sensus penduduk tahun 2020 hingga 15 September 2020 mendatang. Pihaknya telah menerjunkan petugas dilapangandengan batas wialayah tertentu saja.

“Seorang petugas hanya melakukan sensus, sekitar 300 orang kepala keluarga di RT yang berdekatan. Jika ada keluarga yang mempercayakan kepada Ketua RT bisa dibantu untuk mengurangi pertemuan fisik,” terangnya.(*)

Berikan Tanggapanmu