Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto saat memantau langsung korban keracunan yang di bawa ke Puskesmas Wangon 1 , Sabtu(8/2/2020).

ONENEWS, BANYUMAS – Ratusan orang warga Desa Pengadegan, Wangon mengalami keracunan yang diduga dari makanan yang disajikan dalam acara tujuh bulanan di rumah warga bernama Warsinah warga RT 4 RW 5 Desa Pengadegan.

Mereka mengalami keracunan setelah memakan sejumlah hidangan tumpengan berisi nasi, kluban, dan makanan lainnya pada Jumat (7/2/2020) sekitar pukul 10:00 WIB. Namun efek makanan baru terasa setelah 12 jam berikutnya. Kemudian puluhan warga tersebut baru berbondong bondong ke puskesmas 1 Wangon pada Sabtu sore sekitar pukul 16:00 (8/2/2020).

Menurut seorang warga RT4 RW 5 yang Ibunya menjadi korban saat dimintai keterangan di puskesmas menjelaskan awalnya setelah pulang dari hajatan. ” Kejadian sebenarnya Jumat mas, tapi setelah itu buang buang air, demam ,dan gemetar, hingga menjadi parah sekarang ini, “katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto yang tiba di Puskesmas pukul 18:00 yang didampingi kepala Puskesmas 1 Wangon dr. Hariyo Saloka langsung melakukan pengecekan ke sejumlah korban yang sebagian dibaringkan disejumlah kursi ruang tunggu.

Menurut Sadiyanto pihaknya langsung mengambil makanan untuk dijadikan sampel.

” Benar puluhan warga telah menjadi korban keracunan yang diduga dari makanan yang disajikan dalam hajatan warga, sehingga kami segera melakukan langkah pengambilan sampel makanan untuk di uji di laboratorium, dari dugaan tersebut memang mengarah ke hajatan tersebut,”Jelas Sadiyanto

Sedang Kepala Puskesmas 1Wangon dr. Hariyo Saloka menjelaskan bahwa hingga pukul 21:21 WIB korban yang tangani mencapai 192 orang dan sebagian telah dirujuk ke Rumah Sakit dengan rincian 156 rawat jalan, 36 Rawat Inap di RSUD Ajibarang dan Animah.

“Kami juga berupaya selama 24 jam untuk penanganan, bahkan bantuan tenaga medis dari Puskesmas Lumbir, Jatilawang dan Wangon 2 ikut dikerahkan,”katanya.

Kepala Desa Pengadegan Kursiwan juga menjelaskan makanan yang dikonsumsi mengandung racun tersebut berasal dari tumbuhan daun singkong dan kacang panjang yang baru saja disemprot pembasmi hama. “Kejadian jam 11an pada Jumat(7/2/2020) dan laporan warga terjadi pada malam harinya merasa mual dan lemas,”katanya.

Kursiwan juga menghimbau kepada warga apabila hendak melaksanakan hajatan agar lebih berhati hati dalam persiapannya. Terutama dalam penyajian makanan sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

“Sebagai kepala desa saya juga menghimbau agar warga di Desa Pengadegan berhati hati dalam penyajian makanan,”ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan korban masih terus berdatangan, bahkam beberapa orang dirujuk ke RS. Ajibarang dan RS.An Nimah.(*)

Berikan Tanggapanmu