Upaya pembebasan dramatis Orang dengan gangguan jiwa yang kurung selama 20 tahun oleh keluarganya mendapatkan perlawanan, namun akhirnya berhasil dibevakuasi setelah disuntik obat penenang.(foto:ck)

ONENEWS, BANYUMAS – Pembebasan orang dengan gangguan jiwa di Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang bernama Pujiati (48thn) yang dipasung dan dikurung dalam ruangan khusus selama lebih dari 20 tahun berlangsung dramatis, Selasa (11/2/2020). Proses evakuasi dilakukan oleh Pemerintah Desa Tunjung dan Puskesmas Jatilawang dibantu oleh pihak lainnya guna dilakukan upaya penyembuhan.

Hal tersebut sesuai surat edaran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Nomor 440/725/2020, tanggal 5 Februari 2020 tentang Pelepasan ODGJ Pasung di Kabupaten Banyumas.

Kepala Puskesmas Jatilawang dr. Tulus
Budi Purwanto yang memimpin evakuasi tersebut menjelaskan sebagai tindak lanjut surat edaran Dinkes Banyumas. Dalam upaya tersebut
Tim melakukan kunjungan dan edukasi ke keluarga ODGJ yang dipasung.
Setelah dilakukan upaya persuasif, pihak keluarga setuju untuk dilakukan pembebasan dan perawatan di RS.

Sebelumnya Senin(10/2/2020) juga dilakukan pembebasan pasung berinisial SD(42thn) warga Tunjung RT
06/05 yang puluhan tahun tinggal di sebuah bilik bamboo ukuran 1,5x1x1 m.

“Menurut keluarganya mereka dikurung selama puluhan tahun karena dianggap membahayakan orang lain, sering mengamuk dan menghancurkan barang barang yang ada, rata-rata pasien ODGJ dipasung karena mengamuk dan membahayakan keluarganya serta
orang lain.”katanya.

Tetapi dengan pertimbangan kemanusiaan dan standar pelayanan kesehatan, kini pasung sudah tidak ada lagi di wilayah kecamatan Jatilawang. Semua ODGJ dikirim ke RS untuk mendapatkan perawatan. Setelah kondisi stabil, pasien akan dikirim ke Panti rehabilitasi Sosial
di MERTANI Krooya Kabupaten Cilacap selama kurang lebih satu tahun.

“Setelah dibebaskan, ODGJ akan di beri penyembuhan dan penelusuran kemampuan, sedang dari sisi pembiayaan, semua pasien ODGJ yang dirawat menggunakan fasilitas JKN-KIS/ BPJS, “Jelasnya.

Sementara itu Sartim Kepala Desa Tunjung menjelaskan upaya ini baru dilakukan karena ada hambatan penolakan dari pihak keluarga. Namun setelah diberi penjelasan pihak keluarga bisa memahami.

“Sebenarnya upaya ini coba dilakukan sejak lama, namun baru berhasil setelah berbagai pihak mendukung pembebasan ODGJ yang dipasung dan dikurung,”katanya.(*)

Berikan Tanggapanmu