foto: capture/dokpri

ONENEWS, CILACAP – Puluhan mahasiswa dari kelompok Pergerakan Mahasiswa Isalm Indonesia (PMII) Senin siang (20/1/2020) berunjuk rasa di halaman Kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Cilacap. Mereka menuntut kepada pemerintah untuk mencabut kebijakan full day school atau lima hari sekolah.

Sebelumnya para mahasiswa berkumpul didepan Masjid Agung untuk memulai long march menuju Pemkab dan DPRD. Dalam orasinya menyebutkan bahwa PC PMII Cilacap menyatakan menolak Kebijakan Lima Hari Sekolah selain itu lingkungan dirumah masih mampu memberi pendidikan yang baik.

Sempat diwarnai ketegangan dengan pihak keamanan saat hendak merangsek masuk ke halaman pendopo Kabupaten, menurut Koordinator Lapangan aksi damai tersebut, Riyan Alwi bahwa kebijakan full day school belum bisa diterapkan di Kabupaten Cilacap dengan berbagai pertimbangan.

“Kebijakan full day school akan berdampak pola interaksi anak didalam masyarakat dan peserta didik akan kelelahan karena lamanya jam belajar disekolah,”katanya.

Ditambahkan interaksi sosial akan berkurang dikarenakan anak akan banyak waktu di sekolah dibandingkan waktu didalam masyarakat sehingga tidak ada waktu bersosial dan berinteraksi dan menggerus peran penting lembaga pendidikan non formal

Ia juga menjelaskan beban orangtua makin besar karena harus memberi uang saku lebih.

” Pendidikan karakter adalah tanggungjawab bersama tidak hanya tanggung jawab pendidikan formal.”Katanya.(*)

Berikan Tanggapanmu