ONENEWS, BANYUMAS – Seorang santri sebuah pondok pesantren di Grumbul Citomo, Desa Klapagading, Wangon, bernama Mohammad Khafidulloh (16 thn) warga Dusun. Krangean Ds. Karang Gude Rt. 01/07 Kec. Kertanegara Purbalingga,Senin (14/1/2020) sekitar pukul 3:30 WIB ditemukan meninggal dunia di kamarnya.

Menurut pihak kepolisian setempat saat di konfirmasi korban ditemukan sudah meninggal dengan posisi terlentang dilantai kamar tempat Korban menimba ilmu di Pondok Pesantren Darrul Muttaqin. Kapolsek Wangon melalui Kanit Reskrim Iptu Bagyo diketahui pada hari Senin tanggal 13 Januari 2020 Jam.04.30 WIB di kamar Asrama Asmaul Chusna membenarkan kejadian tersebut.

“Diduga korban meninggal akibat angin duduk, karena saat ditemukan dalam posisi tidur dilantai tanpa mengenakan baju, hal tersebut juga diperkuat hasil pemeriksaan medis oleh tim kesehatan Puskesmas Wangon, “katanya.

Sementara dari keterangan saksi yang disampaikan pada Polisi, Ilham Ramdani (15thn) warga Desa Prapagan RT 4/3 Jeruklegi Cilacap menjelaskan sejak hari Kamis (9/1/2020) sekira jam 13.00 WIB korban mengeluh bahwa tidak enak badan, kepala pusing. Sedang saksi lain bernama Wastoyo sempat menyentuh badan korban memang terasa panas. Kemudian pada Minggu (12/1/2020) korban bersama Ilham tidur satu kamar di Asrama Asmaul khusna pukul 23:00 WIB.

Menjelang Subuh, KH.Mustolih Yahya (50 thn) Pimpinan pondok pesantren tersebut membangunkan para santrinya. Namun alangkah terkejutnya ketika didapati Korban tidak bereaksi.

Selanjut KH. Mustolih menghubungi Turiman seorang petugas kesehatan yang ada didekat rumahnya.Saat diperiksa ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal. Lantas hal tersebut langsung dilaporkan pihak Polsek Wangon.

Polisi yang mendapat laporan tersebut segera menindaklanjuti bersama tim Inafis Polresta Banyumas.Dari hasil pemeriksaan tim Inafis dan kepala Puskesmas Wangon 1 dr. Haryo Saloka tidak ditemukan adanya tindak kekerasan.

“Dahi sebelah kanan ada bekas Luka benturan yang sudah lama, pada mata kanan dan kiri ada konjungtiva (merah hematum) bisa disebabkan karena sakit pusing,batuk, alat kelamin mengeluarkan sperma, Diduga orban meninggal sudah sekitar 3 Jam sejak ditemukan karena sakit, dan tadi keluarga sudah terima dan langsung disucikan disholatkan terus diantar ke Purbalingga.”Jelas dr. Haryo. (*)

Berikan Tanggapanmu