BELUM KAPOK : Dua remaja AB dan AR saat diamankan di Mapolres Kukar. (Ist)

ONENEWS, KUKAR – Belakangan ini pencurian kotak amal marak terjadi di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Tak hanya menimpa sejumlah masjid. Pencurian ini juga menyasar mushola atau langgar yang ada di Kota Raja. Akibat aksi kriminalitas tersebut, warga-pun merasa resah.

Rabu (15/1/2020) malam keresahan warga itu terbayar sudah. Dua remaja berinisial AD (15) dan AR (12) berhasil diamankan. Bahkan kedua remaja yang tinggal di Tenggarong ini harus bernasib apes. Mereka babak belur di hakimi massa.

Beruntung petugas Satuan Sabhara Polres Kukar segera mengamankan AD dan AR dari amukan warga. Keduanya lalu dibawa ke Ruang SPK Mapolres Kukar untuk dimintai keterangan.

Kepada polisi, AD dan AR mengaku sebagai “Tuyul” yang sering mencuri kotak amal. Hasil pencurian itu kemudian mereka titipkan kepada seseorang berinisial TR.

“Uangnya kami simpan sama Om TR. Kami bilang uang ini hasil parkir,” aku AR, Rabu malam.

Mereka mengaku sudah sering mencuri kotak amal dan juga sepeda motor di Tenggarong. Bahkan keduanya merupakan residivis atau pernah dipenjara.

“Saya kasus curi motor. Kalau teman saya (AD,Red) cabuli anak di Masjid dekat rumah,” terang AR, lagi.

AD tercatat sebagai warga di Jalan Beringin 3. Sementara AR di Jalan Danau Aji. Sementara pencurian kotak amal terakhir dilakukannya, Rabu pagi di Langgar Al-Sadar, Jalan Triu 2 RT 42, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong.

“Tadi pagi (Rabu,Red) kami dapat uang Rp 1,5 juta lebih. Kami buka kotak amal itu dengan sendok,” ucap AR.

Waktu pencurian itu di benarkan oleh Yulianto (42) Ketua Pengurus Langgar Al-Sadar. Ketika itu ia mendapat kabar dari pengurus langgar lainnya kalau kotak amal hilang sekitar pukul 09.00 Wita.

“Rencananya kami mau ngecat meja ngaji di langgar. Tapi kebetulan saya lagi ada di kantor. Saya baru bisa ke langgar pukul 10 pagi,” katanya.

“Ternyata waktu itu teman saya meninggalkan langgar untuk cuci motor. Ketika itulah kedua anak ini masuk untuk mencuri kotak amal,” lanjut Yulianto.

Saat diperiksa, ternyata kotak amalnya berada di samping kamar mandi langgar. Namun isinya sudah habis terkuras.

“Sudah habis mas. Uang kotak amal itu biasanya digunakan untuk operasional langgar,” ungkap Yulianto.

Awalnya Yulianto dan pengurus tak mengetahui siapa “Tuyul” yang mencuri uang kotak amal. Namun usai sholat isya. Sejumlah remaja membawa AD dan AR ke dekat langgar.

“Anak-anak di Jalan Triu kenal dengan kedua anak ini (AD dan AR) dan memang terkenal sering mencuri kotak amal. Bahkan sebelumnya ada warga yang melihat kedua anak ini dari pagi sudah duduk-duduk sambil mengintai dekat langgar,” tuturnya.

Setelah ditanya warga. AD dan AR mengaku. Karuan saja warga geram dan melayangkan bogem mentah hingga keduanya bonyok.

“Langsung di pukuli mas sama warga. Nggak tahu siapa saja. Soalnya banyak orangnya,” ungkap Yulianto.

Selain di Langgar Al-Sadar. Yulianto juga mendapat kabar kalau masjid-masjid lain juga mengalami hal serupa. Ketika AD dan AR ditanya. Mereka mengakui telah mencuri di sejumlah masjid tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan. AD dan AR masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Kukar.(Nxl)

Berikan Tanggapanmu