CARI ORGAN : Polisi dan warga saat menyisiri anak sungai di Jalan Pangeran Antasari 2, Kota Samarinda. (ist)

ONENEWS, SAMARINDA – Senin (9/12/2019) pagi tadi sejumlah warga bersama polisi berkumpul di Gang 2 RT 30, Jalan Pangeran Antasari, Kota Samarinda. Disana mereka melakukan pencarian terhadap bagian organ tubuh Yusuf (4) yang hilang. Pasalnya, pada saat ditemukan, Minggu (8/12/2019) pagi kemarin, kondisinya tanpa kepala, tangan dan betis.

“Sekarang kita masih fokus mencari sisa organ yang hilang bersama warga sejak malam tadi (Minggu,Red). Ini kita lakukan untuk mengetahui lebih pasti penyebab kematian balita ini,” jelas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa kepada harian ini, Senin (9/12/2019) siang.

Selain mencari sisa organ yang hilang. Saat ini pihaknya masih mendalami beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan balita itu selama 16 hari menghilang. Sehingga harap Damus, pihak keluarga dan warga untuk bersabar.

“Minta doanya ya. Sekarang kami masih menyelidiki dilapangan. Kami berharap warga jangan terpancing isu-isu yang tidak benar dalam kasus ini,” tuturnya.

Pencarian ini dilakukan secara terpisah. Ada yang di lokasi penemuan dan ada pula yang mencari di lokasi sebelum penemuan. Pencarian dilakukan dengan menyisiri sungai bercampur lumpur dengan menggunakan sepatu boot dan perahu karet.

Sementara itu, warga merasa kasus ini menjadi kasus bersama. Ditambah kejadian ini baru pertama kali terjadi di Jalan Pangeran Antasari 2. Sehingga hati warga terketuk dan terdorong untuk membantu aparat kepolisian mencari sisa organ tersebut.

“Ada 15 orang warga yang turun membantu polisi. Kami menyisiri sepanjang anak sungai ini,” kata Riski (27) warga sekitar.

Dengan ditemukannya sisa organ tersebut, Riski berharap bisa membuktikan kalau jasad Balita itu memanglah Yusuf. Bahkan sewaktu melakukan pencarian, harus dilakukan secara berhati-hati dan perlahan.

“Lumpurnya sedalam 5-10 centimeter dan bisa jadi organ yang hilang ada di dalamnya. Jadi waktu mencari tadi kita harus merasakan betul-betul apa yang ada di dalam lumpur. Selain itu kita juga bongkar satu persatu tumpukan sampah di atas sungai,” urainya. (nxl)

Berikan Tanggapanmu