MENDADAK MIRING : Kapal LCT Mutiara 77 yang terbalik di Sungai Kedang Kepala, Kecamatan Muara Kaman, Kukar. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Pencarian terhadap korban tenggelam Kapal LCT Mutiara 77 yang terbalik di Sungai Kedang Kepala KM 47, Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus dilakukan tim gabungan hingga Minggu (1/12/2019) hari ini. Sementara jasad korban yang ditemukan terkurung di dalam kapal sudah dibawa ke RSUD AW Sjahranie Samarinda guna menjalani visum.

Untuk identitas yang hilang bernama Suan asal Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur (Jatim). Sementara korban yang ditemukan tewas bernama Bima Purba (21) warga Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Keduanya Helper Excavator PT KJB (Kapuas Jaya Bersama).

“Pencarian terus dilakukan hingga hari ini (Minggu,Red) dengan menyisiri sepanjang Sungai Kedang Kepala. Sedangkan korban yang meninggal sudah berada di ruang jenazah RSUD AW Sjahranie Samarinda,” terang Kasubag Humas Polres Kukar, AKP Urip Widodo kepada 1News.id, Minggu pagi.

Menurut informasi, Kapal LCT tersebut bermuatan 6 unit Excavator Komatsu PC 130 milik seorang pengusaha asal Kecamatan Tering, Kutai Barat (Kubar). Sedangkan Kapal LCT itu dibeli pengusaha tersebut di Kota Tarakan sejak tiga bulan lalu dan akan digunakan untuk membawa excavator ke Desa Senyiur, Kutai Timur (Kutim). Akibat kejadian ini, kerugian mencapai Rp 13 miliar.

Untuk diketahui, insiden yang menimpa Kapal LCT Mutiara 77 ini terjadi Sabtu (30/11/2019) dini hari sekitar pukul 03.30 Wita. Ketika itu kapal bermuatan alat berat ini berangkat dari Camp PT KJB Desa Tering, Kubar menuju PT SAS Desa Senyiur, Kutim. Sementara jumlah penumpang di kapal sebanyak 14 orang ditambah seorang juru mudi bernama Afdaludin.

“Jadi selain juru mudi, di kapal itu terdapat 4 orang ABK kapal dan 10 orang karyawan PT KJB,” jelas Urip.

Ketika melintasi Sungai Kedang Kepala, mendadak Kapal LCT tersebut miring ke kiri. Melihat hal tersebut, Afdaludin selaku juru mudi langsung teriak hingga terdengar oleh seluruh penumpang yang sedang tidur di dalam deck.

Pada saat posisi kapal sudah miring 90 derajat, seluruh muatan kapal jatuh ke dalam sungai, sementara para penumpangnya berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Tapi sayang, dua orang hilang pasca kejadian. Satu ditemukan tewas terkurung di dalam kapal, satunya masih dalam pencarian.

Mengenai penyebab miringnya kapal, kata Urip, masih dalam penyelidikan Polsek Muara Kaman.

“Soal penyebabnya masih diselidiki dengan meminta keterangan saksi dari para penumpang kapal yang selamat, termasuk juru mudinya,” tuturnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu