FOTO : Ilustras (int)

ONENEWS, SAMARINDA – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Kali ini kasus tersebut menimpa seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial MA (45) warga Jalan Poros Samarinda – Bontang, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa menerangkan, KDRT ini dilakukan Arisal, suami MA,  pada Minggu (27/10/2019) lalu. Ketika itu Arisal datang ke rumah dan meminta uang kepada MA. Karena uang yang diberikan tidak sesuai atau sedikit, akhirnya Arisal marah.

“Sama pelaku, korban dipukul menggunakan sapu dibagian kakinya. Selain itu pelaku juga mengancam korban mau dibunuh,” jelas Damus kepada harian ini, Rabu (4/12/2019) pagi.

Tak terima perbuatan suaminya, MA lalu melaporkannya ke Polresta Samarinda. Sementara Arisal yang tahu telah dilaporkan langsung melarikan diri ke Kota Bontang hingga Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Tahu pelaku berada di Bontang, kami langsung berkoordinasi dengan Polres Bontang. Tapi ketika mau diamankan, pelaku sudah kabur ke Makassar menggunakan kapal,” tutur Damus.

Satu bulan lamanya dicari akhirnya Arisal berhasil diamankan. Tepat Senin (2/12/2019) malam kemarin Arisal berhasil diciduk Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda di Gang Makassar, Sungai Siring. Saat itu Arisal sedang berada di dalam kamar sebuah rumah kontrakan.

“Jadi waktu itu pelaku baru tiba di Samarinda. Kemudian ada warga yang melihat keberadaannya dan melaporkannya ke kami,” urai Kasat.

Saat ini pria yang bekerja sebagai sopir taksi gelap tersebut sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 44 UURI Nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT, ancaman maksimal 15 tahun penjara. Sementara selama berumah tangga, Arisal dan MA telah dikaruniai sebanyak 6 anak. (bay)

Berikan Tanggapanmu