JARINGAN NARKOBA : Petugas saat mengamankan Dian dan Rudini beserta barang buktinya di Mapolsek Kota Bangun. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Kepolisian Sektor Kota Bangun, Minggu (1/12/2019) malam lalu sekitar pukul 22.00 Wita berhasil mengungkap jaringan narkoba. Dalam pengungkapan ini, sebanyak dua orang berhasil diamankan. Mereka bernama Dian Sandi Utama (28) dan Muhammad Rudini (27), keduanya warga Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kasus ini terungkap berkat informasi masyarakat. Dari info tersebut, Unit Reskrim Polsek Kota Bangun langsung melakukan penyelidikan dilapangan.

“Saat itu anggota berhasil mengantongi identitas salah seorang pelaku (Rudini,Red) beserta tempat tinggalnya,” kata Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho, melalui Kapolsek Kota Bangun AKP Subari kepada harian ini, Selasa (3/12/2019) sore.

Melihat situasi memungkinkan, petugas langsung bergerak untuk melakukan penggerebekan di rumah Rudini. Namun ketika petugas mau menuju pintu depan rumah, Rudini sepertinya mendengar langkah kaki. Pasalnya, untuk menuju rumah tersebut, petugas harus melewati jalan yang terbuat dari jembatan kayu.

Mengira ada tamu, Rudini langsung membuka pintu. Karuan saja, Rudini kaget ketika melihat seorang pria yang tidak dikenalnya berdiri tepat di hadapannya. Bahkan saat itu, Rudini belum sadar kalau pria itu adalah seorang polisi berpakaian preman.

“Awalnya mau di dobrak saja pintunya, tapi malah dibuka duluan sama pelaku,” ungkap Subari.

Melihat Rudini di depan mata, petugas langsung sigap mengamankannya. Kemudian petugas masuk ke dalam rumah untuk melakukan penggeledahan.

“Awalnya anggota menemukan 2 poket kecil sabu beserta alat hisap dalam kotak handphone, yang disimpan di bawah rak televisi rumah pelaku. Setelah ditanya milik siapa, pelaku menyebut nama Dian dan kebetulan sedang berada dirumahnya,” tutur Kapolsek.

Ternyata benar, waktu itu Dian sedang beristirahat di dalam kamar Rudini. Petugas-pun kembali mengamankan Dian dan dilakukan penggeledahan. Hasilnya ditemukan sebuah dompet emas di atas jendela kamar berisikan 1 poket besar sabu seberat 3,5 gram.

“Awalnya Dian membantah itu miliknya, tapi Rudini tetap bersikeras kalau itu milik Dian,” kata Subari.

Keduanya lalu dibawa ke Mapolsek Kota Bangun. Kepada penyidik, Rudini mengaku hanya sebagai kurir, sementara Dian adalah pengedar sekaligus seorang residivis narkoba. Setiap mengantar pesanan, Rudini selalu mendapatkan upah berupa uang, makan maupun sabu untuk dipakai. Sedangkan Dian mengaku membeli sabu itu dari bandar asal Samarinda.

“Saat ini mereka sudah kami tetapkan tersangka dan mendekam dalam penjara. Mereka kami jerat dengan Pasal 114 jo Pasal 112 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun pidana kurungan,” ucap Subari. (bay)

Berikan Tanggapanmu