TANPA NYAWA : Yusuf, bocah yang hilang di Penitipan Anak akhirnya ditemukan. Namun sayang, bocah berusia 4 tahun sudah tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan. (ist)

ONENEWS, SAMARINDA – Suasana duka menyelimuti ruang jenazah RSUD AW Sjahranie, Kota Samarinda. Pasalnya, jasad balita yang ditemukan tanpa kepala di anak sungai RT 30, Gang 2, Jalan Pangeran Antasari, Samarinda, Minggu (8/12/2019) pagi adalah Muhammad Yusuf Gazali (4), balita yang hilang di Penitipan Anak, Jalan AW Sjahranie sejak 23 November 2019 lalu.

Ketika melihat pakaian dari jasad balita itu di ruang jenazah, ibu Yusuf langsung histeris. Ia mengenali pakaian seperti baju dan celananya.

“Iya ini anak saya Yusuf,” ucapnya dihadapan polisi, Minggu sore.

Pakaian yang ada di jasad tersebut sama dengan pakaian saat Yusuf hilang. Untuk baju kaosnya berwarna merah dan berlengan biru. Baju tersebut bertuliskan Monas Jakarta. Sedangkan celana pendeknya berwarna putih, dengan motif kuning bulat-bulat bergambar binatang gajah dan singa. 

Hal tersebut juga dipertegas Lukman, paman Yusuf. Kepada pewarta, ia memastikan kalau jasad balita itu memang Yusuf, keponakannya.

“Kami dapat kabar ada temuan jasad dari relawan dan polisi tadi pagi (Minggu,Red). Ketika ke TKP, kami belum bisa memastikan apakah itu keponakan saya (Yusuf,Red) atau bukan, karena jasadnya lebih dulu dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Sore pukul 4 ketika di ruang jenazah, barulah dipastikan kalau jasad itu adalah Yusuf. Itu setelah pakaian pada tubuh jasad itu sudah dibersihkan.

“100 persen sudah, itu pakaian yang dikenakan Yusuf terakhir saat hilang. Ada tulisan monas dan celananya ada gajah dan singa warna kuning,” ungkapnya.

Memang jelasnya, pihak keluarga sangat susah mengenali fisik jasad itu. Karena sudah tidak ada kepala, betis dan tangan.

“Tidak bisa dikenali, hanya pakaiannya saja yang mendekati,” ucap Lukman, lagi.

Setelah dipastikan itu Yusuf, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. Karena kata Lukman, ini sudah terlalu lama.

“Malam ini juga harus dikubur. Kalaupun mau di autopsi, harusnya dari tadi pagi setelah ditemukan. Apalagi kami sudah memesan ambuland dan kuburan,” katanya.

Meski sudah mengikhlaskan kepulangan Yusuf, Lukman berharap sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengembangkan kasus ini dilapangan. Karena ia meyakini, Yusuf adalah korban kejahatan.

“Saya yakin anak ini diculik, kemudian dihabisin, baru dibuang ke sungai,” cetusnya.

(Foto : Kasat Reskrim AKP Damus Asa)

Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa mengatakan, kemungkinan besar jenazah ini memang Yusuf, anak dari saudara Bambang.

“Itu dilihat dari ciri-ciri pakaian seperti baju dan celananya,” terang Damus.

Mengenai adanya indikasi pembunuhan atau lain sebagainya, Damus mengungkapkan belum bisa memastikannya.

“Mengenai itu belum bisa disimpulkan, apakah ini korban kejahatan atau bukan. Kita masih terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit,” ucap Kasat.

*Langsung Dikebumikan*

(Foto : Lukman, Paman Yusuf)

JASAD Yusuf langsung dikebumikan, Minggu malam sekitar pukul 22.00 Wita oleh pihak keluarga. Pemakaman berlangsung di Jalan Daman Huri, Kelurahan Gunung Lingai, Kota Samarinda.

“Iya dekat rumah kakak dari orang tua Yusuf,” jelas Lukman.

Artinya autopsi telah ditolak oleh pihak keluarga dan meminta agar kuburan Yusuf tidak dibongkar lagi. Karena, apabila dilakukan tes DNA, maka akan membutuhkan waktu hingga 1 bulan untuk mengetahui hasilnya.

“Kami tidak bisa menunggu lama lagi, jadi malam ini juga dikubur. Untuk selanjutnya kami serahkan kepada pihak kepolisian,” katanya. (NXL)

Berikan Tanggapanmu