UNTUK STAMINA : Kanit Sidik Satreskoba Polresta Samarinda, Iptu Syahrial Harahap saat memperlihatkan barang bukti beserta B kepada wartawan, Senin (2/12/2019) sore. (Ist)

ONENEWS, SAMARINDA – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Samarinda berhasil mengamankan seorang pemakai narkoba jenis sabu. Ia berinisial B (31) warga Jalan KH Saman Hudi, Kelurahan Wisma, Kecamatan Pelita, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Dari tangan B, polisi mengamankan 2 poket sabu seberat 0,67 gram.

Kasat Reskoba Polresta Samarinda, Kompol R Sigit Satria Hutomo, melalui Kanit Sidik, Iptu Syahrial Harahap menerangkan, B ditangkap pada Senin (25/11/2019) lalu di depan Hotel Temindung, Kelurahan Bandara, Samarinda. Pasalnya masyarakat melaporkan di kawasan itu kerap terjadi peredaran narkoba.

“Saat itu pelaku baru saja keluar hotel, katanya habis ketemu teman. Sewaktu kita amankan, pelaku sedang jalan kaki menuju sepeda motor,” jelas Harahap kepada wartawan, Senin (2/12/2019) sore di Mapolresta Samarinda.

Dua poket sabu itu ditemukan di dalam tas serta sebuah rokok milik B. Sabu itu baru saja dibelinya di sekitaran Jalan Kesehatan, Samarinda dengan harga Rp 350 ribu.

“Katanya (B,Red) mau dipakai sendiri. Karena pelaku mengaku sudah mengkonsumsi sabu sudah selama 3 tahun lalu atau sejak 2017,” terang Harahap.

B sendiri bekerja sebagai Honorer di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Samarinda, sebagai pengawas lapangan sejak tahun 2014. Alasan B menggunakan sabu adalah untuk menambah stamina saat bekerja. Biasanya B menikmati sabu di rumah maupun tempat temannya.

“Jadi pelaku bukan pegawai negeri, tapi honorer. Karena beban kerjaannya banyak, akhirnya pelaku mengkonsumsi sabu,” beber Kanit.

Apabila pekerjaan yang akan dihadapinya banyak, biasanya B memakai sabu paling sering 2 kali dalam seminggu. Namun apabila sepi, hanya sekali dalam seminggu.

“Tergantung pekerjaannya. Kalau pelaku tau besok ada pekerjaan lapangan yang berat, sehari sebelumnya dia nyabu dulu. Jadi pelaku tidak pernah nyabu saat kerja,” kata Harahap.

Akibat perbuatannya, B sudah mendekam di penjara dan ditetapkan sebagai tersangka. B dijerat dengan Pasal 114 jo Pasal 112 jo Pasal 127 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun pidana kurungan.

B sendiri diketahui sudah memiliki istri dan satu anak. Ketika ditanya pewarta, B enggan menjawabnya.

“Saya tidak mau menjawabnya ya,” ucapnya singkat. (Bay)

Berikan Tanggapanmu