JADI ARANG : Petugas pemadam kebakaran bersama relawan saat memadamkan api di Desa Jembayan, Loa Kulu. (Ist)

ONENEWS, KUKAR – Kebakaran di RT 15 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (2/12/2019) pagi tadi pukul 10.30 Wita menghanguskan sembilan rumah. Beruntung dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditafsir mencapai Rp 1 miliar.

Kapolsek Loa Kulu Iptu Aksaruddin mengatakan, dari sembilan rumah yang terbakar, hanya satu rumah yang terbakar atapnya. Sementara delapan rumah lainnya rata jadi arang.

“Dari hasil pemeriksaan, kebakaran ini diduga akibat konsleting listrik,” ujar Aksaruddin kepada harian ini, Senin siang.

Sembilan rumah yang terbakar yakni milik Merang (50), Nurhidayah (45), Asnawi (52), Asmuni (48), Nanang (45), Rawo (45), Masrani alias Endol (48), Rini (38) dan Ardiansyah (49).

“Asal mula api dari rumah Merang. Saat itu rumahnya dalam keadaan kosong, sementara Merang sedang berada di Bali,” terang Aksaruddin.

Kebakaran ini pertama kali diketahui oleh Jeni, warga sekitar. Ketika itu Jeni baru saja pulang sehabis menjemput anak sekolah dan ingin menjemur pakaian.

Tiba-tiba seorang guru bernama Ibu Hartati berteriak dan mengatakan melihat api dari rumah Merang. Padahal setahu warga, Merang tidak ada di rumah lantaran sedang ke Bali.

Jeni beserta Ibu Hartati segera berlari melihatnya. Ternyata saat itu kamar di rumah Merang sudah diselimuti api yang besar. Oleh Jeni, hal tersebut langsung disampaikan kepada suaminya bernama Nanang di rumah.

“Suami saksi (Nanang,Red) langsung bergegas ke kantor desa untuk meminta bantuan agar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran,” tutur Kapolsek.

Sekitar 30 menit kemudian, petugas pemadam kebakaran (damkar) dan relawan dari Loa Janan, Loa Kulu, Tenggarong tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Karena bangunan rumah rata-rata berbahan kayu, ditambah letak pemukiman di pinggiran sungai mahakam, angin bertiup kencang dan api makin membesar.

Tapi berkat kesigapan dan kerja keras petugas, kebakaran tersebut berhasil di jinakkan sekitar pukul 12 siang.

“Kami imbau kepada masyarakat apabila meninggalkan rumah pastikan aliran listrik sudah dimatikan semua. Kalau bisa lapor ke RT setempat, agar sama-sama saling menjaga,” tegas Aksaruddin. (Bay)

Berikan Tanggapanmu