MASIH MARAK : Kanit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang Ipda Slamet Rijadi bersama personil saat mengamankan Taufiq. (Ist)

ONENEWS, KUKAR – Setiap manusia terkadang tidak puas dengan apa yang diperolehnya. Bahkan sering kali terjadi, apapun akan dilakukan untuk memenuhi kepuasannya tersebut.

Seperti yang dilakukan Taufiq Sapalas. Pemuda berusia 20 tahun warga Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini nekat mengedarkan narkoba. Padahal saat ini, Taufiq sudah bekerja sebagai karyawan di sebuah bengkel sepeda motor.

Ya, Rabu (4/12/2019) sore kemarin sekitar pukul 16.00 Wita, Taufiq ditangkap Unit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang di Jalan Pahlawan, Desa Bangun Rejo. Dari tangannya, petugas mengamankan 4 poket narkoba jenis sabu seberat 1,59 gram brutto, lengkap dengan handphone dan uang hasil penjualan.

“Pelaku kami tangkap di sebuah rumah tepat dibelakang bengkel tempatnya bekerja. Rumah itu milik yang punya bengkel,” kata Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho, melalui Kapolsek Tenggarong Seberang AKP Rido Doly Kristian, Kamis (5/12/2019) siang.

“Bahkan sebenarnya saat itu terdapat dua pelaku, tapi satu pelaku berhasil kabur lewat jendela saat penggerebekan, dan hingga kini masih dalam pencarian,” tambahnya.

Rekan Taufiq yang kabur bernama Jasman. Ketika itu Jasman meninggalkan barang bukti sebanyak 17 poket sabu seberat 8,6 gram brutto lengkap dengan perangkat lainnya termasuk uang tunai Rp 3 juta.

Kasus ini terungkap berkat informasi masyarakat kalau bengkel tersebut sering ramai di datangi anak-anak muda untuk bertransaksi narkoba.

Kemudian, lanjut Rido, ia memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Slamet Rijadi bersama personil untuk melakukan penyelidikan dilapangan.

“Waktu itu anggota melihat pelaku (Taufiq,Red) sedang berada di rumah belakang bengkel dan segera mengamankannya. Setelah digeledah, ditemukan 4 poket sabu di saku celananya,” jelas Rido, lagi.

Dari pengakuan Taufiq, sabu itu diperolehnya dari Jasman. Kebetulan saat itu Jasman sedang berada di dalam kamar rumah. Tapi mendengar suara ribut diluar, Jasman ternyata sempat kabur lewat jendela. Sementara barang bukti ditemukan tertinggal di atas tempat tidur.

“Jadi pelaku menjual sabu di bengkel saja. Agar tidak dicurigai warga, para pembeli beralasan datang ke bengkel untuk servis sepeda motor, padahal tujuannya beli sabu,” urai Kapolsek.

Taufiq mengaku baru sebulan lebih mengedarkan sabu. Itupun hanya mendapat upah dari Jasman. Uang dari penjualan sabu digunakan Taufiq untuk memenuhi kebutuhannya.

“Saat ini pelaku sudah kami amankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 114 Jo Pasal 112 Jo Pasal 127 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman penjara minimal 4 tahun,” kata Rido. (NXL)

Berikan Tanggapanmu