JADI PELAJARAN : BP saat menjalani perawatan intensif di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Akibat mulutnya sendiri, BP (15) warga RT 06 Dusun Sinar Harapan, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) nyaris tewas di tikam badik, Kamis (5/12/2019) siang kemarin pukul 13.00 Wita di Desa Tanjung Harapan. Sementara penikaman tersebut dilakukan Duta (19), kakak teman BP.

Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho, melalui Kapolsek Sebulu Iptu Ishaq menerangkan, penikamanan ini dikarenakan BP mengolok orang tua Duta. Namun tidak dihadapan Duta, melainkan kepada adik perempuan Duta ketika di sekolah.

“Korban mengatakan kalau bapak pelaku hitam dan itu sudah berulang kali. Sementara pelaku tahu soal itu dari adiknya,” ucap Ishaq.

Karuan saja Duta langsung marah dan mencari BP. Sampai akhirnya Duta melihat BP sedang mengendari sepeda motor usai sholat di masjid. Kemudian Duta mendatanginya dan beralasan minta diantarkan ke sebuah mess kosong milik PT KCB.

Sewaktu di jalan, Duta langsung menyinggung BP dan bertanya ‘kamu ngolokin orang tuaku apa?, tapi oleh BP di diamkan saja. Merasa tak ditanggapi dan sudah naik pitam, Duta mencabut badik yang dibawanya dan ditikamkan ke leher kanan BP dari belakang.

Sontak BP kaget dan terjatuh dari sepeda motor ke tanah. Melihat BP bersimbah darah, Duta melarikan diri menggunakan sepeda motor BP.

“Ketika korban ditinggal sendirian ada teman perempuan korban bernama Silviana lewat. Korban segera meminta tolong kepada temannya itu untuk diantarkan pulang ke rumah,” ucap Ishaq.

Ditengah perjalanan, BP dan Silviana bertemu Bhabinkamtibas Desa Tanjung Harapan, Aipda Sudiman. Oleh Sudiman, Silviana diminta untuk mengantarkan BP ke puskesmas. Kemudian kasus ini segera disampaikan ke Tim Trisula Polsek Sebulu.

Pencarian-pun berlangsung cepat. Petugas berhasil mendapat kabar kalau Duta sedang bersembunyi di Desa Senoni.

“Ternyata pelaku lagi bersembunyi di dalam toilet Kantor PLN Desa Senoni, kemudian kami tangkap sore hari itu juga. Apabila tidak tertangkap, pelaku mau kabur lebih jauh lagi menggunakan motor korban usai mendapat pinjaman uang dari temannya,” tutur Ishaq.Usai diamankan, Duta lalu dibawa ke Mapolsek Sebulu. Kepada petugas Duta mengaku khilaf. Karena ia mengaku hanya ingin memberi pelajaran saja, bukan menikam leher BP.

“Pelaku sudah kami amankan, tapi kami masih cari badik yang digunakan. Karena sama pelaku, badik itu dibuang di dekat TKP,” beber Kapolsek.

Sedangkan kondisi BP sudah baikan usai mendapat perawatan intensif di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang.

“Karena lukanya serius, korban segera dirujuk ke rumah sakit oleh pihak puskesmas. Alhamdulillah korban baik-baik saja,” tuturnya.

Mengenai kejadian ini membuat heboh masyarakat sekitar yang mengira adanya begal. Padahal terang Ishaq, ini hanya masalah olok-mengolok orang tua saja. Tapi karena mencuri sepeda motor BP, Duta dijerat Pasal 365 ayat 1 dan 351 ayat 2 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan (Curas) dengan ancaman diatas lima tahun penjara. (Xpr)

Berikan Tanggapanmu