AKIBAT NARKOBA : Kanit Sidik Satreskoba Polresta Samarinda, Iptu Syahrial Harahap saat memperlihatkan barang bukti narkoba yang diamankan dari tangan MM, Selasa (3/12/2019) siang. (Foto : Bayu/1News)

ONENEWS, SAMARINDA – Setelah sebelumnya seorang Honorer di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Samarinda diamankan karena memakai narkoba. Kali ini Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Samarinda kembali mengamankan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial MM (54) warga Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

MM tercatat sebagai PNS di UPTD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tepatnya di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang. MM sendiri baru ditangkap, Sabtu (30/11/2019) malam lalu di rumahnya.

“Dari tangan pelaku kami amankan dua poket sabu seberat 1,69 gram brutto,” kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman, didampingi Kasat Reskoba Kompol R Sigit Satria Hutomo, melalui Kanit Sidik Iptu Syahrial Harahap kepada awak media, Selasa (3/12/2019) siang di Mapolresta Samarinda.

Ketika diamankan, MM sedang duduk santai di dalam rumah. Sabu itu rencananya akan dijual kepada pembeli yang datang ke rumahnya. Selain sabu, pihaknya juga mengamankan dua buah timbangan digital dan bukti lainnya.

“Ini yang kedua kalinya pelaku membeli dengan bandar di Jalan Kehewanan, Samarinda. Yang pertama sudah habis terjual,” beber Harahap.

“Setiap membeli, pelaku meminta kepada bandar sebanyak 2 gram dengan harga Rp 2,2 juta. Tapi saat penangkapan waktu itu (Sabtu,Red) pelaku sudah sempat menjual dua poket,” tambah Kanit.

Oleh MM, sabu sebanyak 2 gram yang dibelinya pada 29 November lalu di pecah menjadi beberapa poket. Setiap poket dihargai MM sebesar Rp 500 ribu.

“Dua gram itu bisa jadi 5-6 poket. Jadi keuntungan pelaku dari dua gram itu hampir Rp 1 juta, sementara sisa sabunya pelaku gunakan sendiri,” tutur Harahap.

Aktifitas haram ini dilakoni MM sudah dua bulan. Alasannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan ini bukan kali pertama MM terlibat hukum. Pada tahun 2015, mantan guru ini juga pernah ditangkap sebagai pemakai narkoba dan baru bebas pada 2016 lalu. 

“Karena vonisnya hanya 1,6 bulan, status PNS-nya masih ada dan hanya di non-jobkan saja. Kemudian pelaku dipindah ke UPTD Disdik Teluk Dalam,” jelasnya, lagi.

Setelah bebas, MM juga sempat menjalani rehabilitasi di rumah tahanan (rutan) selama 3 bulan. Tujuannya agar MM bisa memperbaiki diri dan tidak mengulangi lagi.

“Ternyata pelaku belum berhenti. Setelah menjadi pemakai, sekarang malah jadi pengedar,” ungkap Harahap.

Akibat perbuatannya, MM sudah mendekam dipenjara dan ditetapkan sebagai tersangka. MM dijerat dengan Pasal 114 jo Pasal 112 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun.

“Saya terpaksa jual sabu karena gaji saya banyak potongan. Dari hasil sabu ini saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan nyabu juga,” aku MM yang sudah memiliki 4 anak ini. (bay)

Berikan Tanggapanmu