FOTO : Korda TRC PA Kukar, Dedy Hartono. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Dukungan terhadap Ky (8), gadis asal Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang diduga menjadi korban penganiayaan ibu dan kakak tirinya terus berdatangan. Kali ini dukungan tersebut diberikan oleh Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Kukar.

Kepada harian ini, Koordinator Daerah (Korda) TRC PA Kukar, Dedy Hartono mengatakan siap memantau perkembangan kasus yang menimpa Ky di kepolisian.

“Selain pelaku bisa di usut tuntas. Harapan kami adanya pendampingan psikologis kepada korban, serta jaminan tidak ada perlakuan seperti itu lagi kepada korban,” ucap Dedy, Sabtu (23/11/2019) malam.

TRC PA tidak ingin, kasus seperti ini berakhir dengan damai. Pasalnya, ungkap Dedy, ini menyangkut psikologis Ky yang masih anak-anak.

“Kalaupun damai harus ada jaminan dan kontrol sosial dari pemerintah kepada korban,” tegasnya.

Ia menerangkan, TRC PA di Kukar baru terbentuk sejak bulan Oktober 2019 dan dipimpin Naumi Supriyadi selaku Koordinator Nasional (Kornas). Yayasan ini ada untuk memberikan bantuan serta perlindungan terhadap anak. Mulai sebagai korban kekerasan hingga hak-hak yang harus diperoleh anak.

“Anak-anak itu asset bangsa yang harus dilindungi, bukan disakiti,” cetusnya.

Sejauh ini Dedy menilai, banyak kasus kekerasan anak yang terjadi di Kukar. Untuk itu ia berharap masyarakat bisa bersama-sama mengawasi lingkungan di sekitarnya, agar kasus seperti itu dapat dicegah.

“Kasus ini dikhawatirkan akan menyebabkan trauma psikis (kesehatan mental) terhadap anak, sehingga berakibat pada perkembangan pribadinya,” tuturnya.

Tapi dengan kejadian yang menimpa Ky ini, Dedy berharap besar agar pelakunya bisa mendapat sanksi hukum sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Anak yang berlaku di Indonesia. Selain itu, peran serta pemerintah sangat penting untuk bisa memberikan penyuluhan dan pemahaman kepada masyarakat perihal kekerasan serta efek ke depannya. (bay)

Berikan Tanggapanmu