BAPAK JAHAT : Petugas Polsek Tabang saat mendatangi kediaman Taeran dan menyelamatkan SF dari pasungan, Minggu (3/11/2019) kemarin. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Menjaga dan merawat keluarga merupakan hal yang wajib dilakukan oleh orang tua. Tapi, hal tersebut tak diberlakukan oleh Taeran. Pria berusia 46 tahun warga Desa Buluq Sen, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini tega menyetubuhi anak tirinya sendiri berinisial SF (14).

Tak hanya itu saja. Taeran juga menganiaya dan memasung SF menggunakan rantai di dalam kamar.

“Pelaku menyetubuhi korban sejak 3 tahun lalu. Ketika itu korban masih duduk dibangku kelas 4 SD. Sementara penganiayaan dan pemasungan, baru dilakukan pelaku sekitar tiga hari lalu,” jelas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Tabang Iptu Mansur kepada harian ini, Senin (4/11/2019) pagi.

Akibat penganiayaan itu, SF mengalami trauma dan luka lebam pada wajah. Beruntung kasus penganiayaan ini cepat dilaporkan oleh warga sekitar ke Polsek Tabang, pada Minggu (3/11/2019) pagi kemarin.

“Awalnya informasi yang kami peroleh hanya kasus penganiayaan dan pemasungan saja. Kemudian saya perintahkan anggota untuk segera mendatangi rumah pelaku,” ucap Mansur.

Sehingga, tepat pukul 12 siang, empat personil Polsek Tabang, yakni Bhabinkamtibmas Desa Buluq Sen Bripka Jevri, Briptu Nur Fatah, Briptu Ade dan Briptu Maikel bergerak untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

“Sewaktu tiba dirumah pelaku, anggota langsung bertanya ada permasalahan apa? Tapi saat itu pelaku bilang semua sudah selesai dan tidak ada permasalahan lagi,” kata Kapolsek.Namun seorang petugas tidak percaya dan langsung mengecek ke dalam rumah. Ketika itu, petugas menemukan SF sedang terbaring di dalam kamar dengan kaki terikat rantai di tiang rumah.

“Sama anggota, pelaku langsung diminta untuk melepaskan rantai dikaki anaknya. Selanjutnya pelaku dan korban dibawa ke Polsek Tabang untuk dimintai keterangan,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, SF mengaku tak hanya dianiaya dan dipasung. Selama Taeran menjadi bapak tirinya, SF sudah disetubuhi sejak 2016.

“Ketika kami tanya soal persetubuhan itu, awalnya pelaku tidak mengaku. Tapi setelah kami katakan korban sudah menceritakan semuanya, pelaku langsung panik dan akhirnya mengakuinya,” beber Mansur.

Kepada petugas, Taeran menerangkan kalau perbuatan itu dilakukannya di sebuah pondok kebun serta hotel di Samarinda. Perbuatan itu dilakukan tanpa sepengetahuan istri atau ibu dari SF.

“Sering dilakukannya di pondok kebun. Kalau di hotel Samarinda pernah sewaktu pelaku dan korban belanja sparepart chainsaw,” urainya.

Akibat perbuatannya, Taeran harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolsek Tabang,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu