TEMPAT KEJADIAN : Plafon tempat BK ditemukan meninggal, Senin (25/11/2019) pagi. (Photo : Bayu)

ONENEWS, KUKAR – Malang nasib BK (14) siswa kelas 3 SMP di salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (25/11/2019) pagi ditemukan tak bernyawa di atas plafon. Terdapat sejumlah luka bakar di beberapa bagian tubuh BK akibat tersetrum listrik.

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Andhika Dharma Sena, melalui Kaur Inafis Aipda Dian Heri Wahyudi mengatakan, luka bakar di tubuh BK terdapat di lengan dan jari tangan kiri, dada, serta kaki.

“Korban meninggal karena terpeluk kabel terbuka saat mau masuk ke atas plafon,” kata Dian kepada wartawan usai visum di RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang.

Kabel listrik tersebut merupakan olahan BK sendiri. Karena plafon dimana BK ditemukan meninggal, merupakan wadah atau markas BK saat sedang menyendiri.

“Jadi saat olah TKP, ditemukan kabel terbuka sepanjang 15 meter lebih yang tersambung dengan kabel instalasi listrik di plafon itu. Oleh korban, kabel sepanjang itu dililit dari kayu ke kayu hingga membentuk sebuah pagar atau ranjau,” terangnya.

Sementara penemuan jasad BK pertama kali diketahui oleh sejumlah temannya di pesantren. Mereka melihat sebagian tubuh BK, seperti kaki tangan hingga wajah terbaring di atas plafon.

“Sama mereka sempat dilempari batu, karena dikira sedang tidur. Ternyata saat diperiksa, tubuh korban kaku dan sudah meninggal,” ucap Dian.

Setelah tahu BK meninggal, teman-temannya berinisiatif menurunkan jasad BK sendiri.

“Mereka turunkan sendiri, tapi sebelumnya mereka matikan dulu aliran listriknya,” tutur Kaur.

Usai dievakuasi, jasad BK lalu dibawa ke Rumah Sakit untuk divisum. Selanjutnya oleh Polres Kukar dan Polsek Tenggarong, jasad BK diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan.

“Hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, korban murni meninggal akibat tersetrum listrik. Diperkirakan korban meninggal sudah lebih dari lima jam,” kata Dian.

Mengenai markas BK itu sudah sejak lama diketahui teman dekatnya di Pesantren berinsial GB (14). Saat ditemui, ia mengatakan kalau BK sudah menjadikan plafon itu sebagai markas sejak setahun terakhir.

“Saya pernah lihat ke atas sekali. Disana ada colokan listrik tempatnya mengecas hape,” jelas GB.

Terakhir ia melihat BK, Minggu (24/11/2019) malam atau habis isya. Setelah itu remaja yang tinggal di Desa Bendang Raya ini menghilang.

“Kami cariin saat subuh dan saya tahu dia (BK,Red) suka kesitu (Plafon,Red). Pukul 6 pagi saya lihat dia terbaring di atas. Awalnya saya kira tidur, ternyata waktu saya dan teman-teman periksa, tubuhnya sudah kaku,” urai GB.

Ruangan itu merupakan bekas ruang kelas mengaji. Tapi sekitar dua minggu, ruangan itu tidak digunakan lagi.

“Ruang mengaji semua sudah dipindah ke atas, jadi ini kosong,” kata salah seorang ustad kepada petugas. (Bay)

Berikan Tanggapanmu