BERAKHIR DIPENJARA : DH selaku pemodal tambang batu bara illegal di Kaltim saat diamankan di Jawa Timur, Sabtu (2/11/2019) lalu. (ist)

ONENEWS, SAMARINDA – Pemodal illegal mining atau tambang batu bara ilegal berinisial DH (53) di Kawasan Calon Ibu Kota Negara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil ditangkap Tim Penyidik Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan bersama Ditreskrimum Polda Kaltim dan Polda Jawa Timur (Jatim).

DH ditangkap di Surabaya, pada Sabtu (2/11/2019) lalu sekitar pukul 04.00 Wita, tepanya di sebuah Pondok yang terletak di Jalan Kembang Kuning Makam, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan.

“Pelaku merupakan buronan kasus penambangan batu bara illegal di Kawasan IKN Kaltim dan berperan sebagai pemodal. Dia (DH,Red) dinyatakan DPO sejak 27 September 2019 lalu,” kata Kasi Wilayah II Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan, Annur Rahim dalam press rilisnya, Senin (4/11/2019) siang.

Usai ditangkap, DH lalu dibawa ke Kantor Seksi Wilayah II Samarinda Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan untuk dilakukan proses penyidikan. Saat ini DH telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk barang bukti, penyidik kami telah mengamankan barang bukti berupa 1 unit Excavator merk CAT Caterpillar 320D dan 2 karung batubara,” terang Annur.

Akibat perbuatannya, DH dijerat dengan Pasal 17 Ayat 1 huruf a dan b Jo  Pasal 89 ayat 1 huruf a dan b Undang-undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,  jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliyar.

Penangkapan DH bermula dari pengungkapan kasus tambang batu bara illegal pada 27 September 2019. Kala itu, seorang tersangka berinisial NI (36) berhasil diamankan. Setelah dilakukan pengembangan oleh Penyidik, diketahui bahwa kegiatan di Kawasan IKN itu disokong oleh DH sebagai pemodal.Dari informasi itu, tim gabungan dari Penyidik Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Resmob Jatanras Polda Kaltim, Resmob Jatanras Polres Kediri Kota dan Resmob Jatanras Polsek Sawahan Polrestabes Surabaya melakukan pencarian terhadap DH (53) di Kediri, Mojokerto, Sidoarjo hingga Surabaya.

“Akhirnya setelah sebulan buron, pelaku kami temukan di Surabaya,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu