KENA TANGKAP : Kapolsek Anggana AKP Tri Satria Firdaus bersama Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim AKBP Hamoloan Tampubolon saat mengamankan Muhammad Asri alias Aldi di Mapolsek Anggana bersama Suharti, istri sirinya. (Ist)

ONENEWS, KUKAR – Unit Reskrim Polsek Anggana bekerjasama BNNP Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (14/11/2019) malam tadi sekitar pukul 21.30 Wita berhasil meringkus komplotan narkoba. Mereka ialah Muhammad Asri alias Aldi (38) warga Jalan Pattimura, Gang Hasanah dan Suharti (37) warga Jalan Otto Iskandardinata, Gang 12, Kota Samarinda.

“Kedua pelaku kami amankan di sebuah rumah kontrakan di Kampung Kajang, Desa Sei Meriam, Kecamatan Anggana,” kata Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Anggana AKP Tri Satria Firdaus kepada harian ini, Jumat (15/11/2019) pagi.

Kasus ini terungkap berkat informasi dari masyarakat. Kemudian Unit Reskrim Polsek Anggana beserta Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP Halomoan Tampubolon dan petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan dilapangan.

“Waktu kita intai, pelaku (Aldi,Red) kami lihat sedang naik sepeda motor di dalam gang untuk pergi keluar. Khawatir dia kabur, langsung kami amankan,” tutur Firdaus.

Karuan saja, Aldi tak berkutik saat diciduk. Selanjutnya petugas membawa Aldi ke kontrakan untuk dilakukan penggeledahan. Jarak kontrakan dari pinggir jalan besar sekitar 100 meter.

“Ketika di kontrakan pelaku satunya (Suharti,Red) kami amankan sedang istirahat. Kemudian kita lakukan penggeledahan dan ditemukan 13 poket sabu seberat 2,12 gram di dalam sebuah dompet warna pink lengkap dengan barang bukti lainnya,” beber Kapolsek.

Usai diamankan Aldi dan Suharti dibawa ke Mapolsek Anggana untuk dimintai keterangan. Kepada penyidik, Aldi mengaku sudah satu tahun mengedarkan sabu sekaligus mengontrak di Anggana, sementara tugas Suharti, istri siri Aldi adalah mengambil barang di Samarinda dan mengemasnya menjadi poketan kecil untuk di jual.

“Dalam seminggu mereka bisa menjual 5 gram sabu di Anggana. Jadi kalau sebulan 20 gram,” urai Firdaus.

Saat ini, pasangan ini sudah mendekam di sel Mapolsek Anggana dan berstatus tersangka. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (Bay)

Berikan Tanggapanmu