ONENEWS, KUKAR – Kasus dugaan penganiayaan anak di Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menjadi sorotan masyarakat. Bahkan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Advokasi Indonesia Cabang Kukar juga angkat bicara.

Kepada harian ini, Ketua Posbakum Kukar Ahmad Ali Fahrudi, SH melalui anggotanya, Ahmad Hariadi, SH mengatakan siap mendampingi Ky, gadis 8 tahun yang diduga dianiaya ibu serta kakak tirinya.

“Kami siap mendampingi anak ini (Ky,Red). Karena kalau dibiarkan, maka akan timbul kasus-kasus seperti ini lagi,” tegas Hariadi, Jumat (22/11/2019) malam.

Posbakum merasa terpanggil. Karena menurut Hariadi, Ky perlu pendamping. Bahkan hal ini dilakukan Posbakum secara cuma-cuma alias gratis.

“Ini sudah tugas kami, karena anak itu pasti tidak paham apa itu damai,” cetus Adi, akrab disapa.

Karena setahunya, kasus penganiayaan yang menimpa Ky ini sudah dimusyawarahkan dan berakhir damai di kepolisian.

“Katanya sudah ada perdamaian, namun aturan hukum untuk pelaku itu harus dijalankan. Apa anak sekecil itu tau tentang perdamaian?,” singgung Adi, lagi.

Posbakum yang berkantor di Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong ini akan melibatkan semua advokat yang ingin bergabung mendampingi Ky dalam penegakan hukum. Targetnya, kasus ini segera di proses hukum dan diselesaikan di persidangan.

“Kami akan datangi dulu Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) di Kukar, baru kesana (Muara Muntai,Red),” ucapnya.

“Enak saja pelaku bisa melenggang-lenggang dengan santai tanpa menerima hukuman yang sudah diatur oleh Negara,” tambah Adi.

Meskipun lanjutnya, masalah seperti ini memang bisa melalui kesepakatan damai. Hanya saja, proses hukum tetap dijalankan.

“Kalau ada kata perdamaian, itu nanti bisa digunakan untuk meringankan dalam persidangan. Caranya dengan melampirkannya saat pembelaan,” jelasnya.

Ia tidak ingin ada kasus penganiayaan anak seperti di Bali. Dimana terdapat seorang anak yang nyawanya melayang, baru di proses hukum pelakunya.

“Kita tak ingin itu terjadi. Karena secara pribadi, saya mengecam tindakan pelaku. Apalagi banyak masyarakat yang meminta agar kami bisa mendampingi kasus ini agar pelaku mendapat hukuman yang setimpal,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu