AKIBAT MENCURI : Shobirin saat diamankan di Mapolsek Kota Bangun beserta satu unit Honda CBR yang dicurinya. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Sepintar-pintarnya menyembunyikan bangkai, akhirnya tercium juga. Pribahasa itulah yang pantas diberikan kepada Muhammad Shobirin (26). Meski sudah merubah sepeda motor yang dicurinya, aksinya tetap saja ketahuan. Akibatnya, pemuda yang tinggal di Kota Samarinda ini harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Ya, pada 10 November 2019 malam lalu, Shobirin berhasil mencuri sepeda motor merek Honda CBR 150 milik M Ariadi, warga Jalan Awang Long, Desa Kota Bangun Ilir (KBI), Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar). Ketika itu Ariadi sedang sholat di Masjid Al-Ukhuwah, Desa Liang Ulu, Kota Bangun.

“Pelaku mengambil sepeda motor saat korban lagi sholat. Ketika itu sepeda motor tersebut terparkir tanpa di kunci stang,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Kota Bangun AKP Subari kepada harian ini.

Ariadi baru sadar sepeda motornya hilang usai sholat isya. Sementara Shobirin sudah kabur ke Samarinda.

“Disana (Samarinda,Red) pelaku merubah warna dan plat motor itu. Kemudian sepeda motor itu digunakan pelaku sendiri,” ucap Subari.

Oleh Shobirin, sepeda motor itu kemudian digunakannya untuk mudik ke Kecamatan Muara Wis bertemu orang tuanya. Itu sekitar empat hari setelah mencuri. Sekembalinya dari Muara Wis, Jumat (22/11/2019) kemarin, Shobirin menyempatkan diri membesuk di RSUD Dayaku Raja Kota Bangun, sebelum pulang ke Samarinda.

“Saat itulah anggota melihat sepeda motor itu melintas di Kota Bangun. Kemudian kami hubungi korbannya dan bersama-sama membuntuti pelaku. Saat kami tanya apakah itu motornya, korban bilang iya, karena hafal dengan suara knalpot racingnya,” tutur Kapolsek.

Petugas bersama Ariadi terus mengikutinya hingga ke dalam kawasan rumah sakit. Ketika Shobirin meninggalkan sepeda motor, petugas bersama Ariadi bergerak cepat memeriksa nomor rangka dan mesin CBR yang sudah berubah warna.

“Ternyata saat diperiksa sesuai dengan BPKB serta STNK milik korban. Ketika pelaku keluar dari rumah sakit, pelaku langsung kami amankan,” urai Subari.

Shobirin akhirnya pasrah dan mengaku mencurinya. Selanjutnya pemuda yang pernah dipenjara karena penggelapan sepeda motor ini diamankan ke Mapolsek Kota Bangun beserta barang buktinya.

“Alasannya cuma mau memperlihatkan kepada keluarganya kalau dia punya sepeda motor seperti itu. Tidak ada rencana mau dijual,” terang Kapolsek.

Saat ini, tambahnya, Shobirin sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 363 Jo Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman pidana kurungan diatas lima tahun.

“Selain sepeda motor, barang bukti yang kami amankan dari tangan pelaku adalah sebuah kunci duplikat,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu