REGENERASI ATLET : Liliyana Natsir bersama Marleve Mainaky sebelum melakukan eksibisi bersama H. Andre dan AKP Damus Asa di Gedung Bulutangkis Aubry, Kota Samarinda, Minggu (3/11/2019) malam. (Photo : Bayu)

ONENEWS, SAMARINDA – Masyarakat Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (3/11/2019) malam tadi memadati Gedung Bulutangkis Aubry di Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang. Tak hanya untuk menyaksikan laga final kejuaraan antar klub saja. Tapi membludaknya masyarakat, karena ingin bertemu langsung dengan dua mantan atlet nasional yang hadir.

Mereka ialah Liliyana Natsir dan Marleve Mainaky. Keduanya di undang khusus oleh Owner Aubry, H. Andre. Bahkan sebelum final berlangsung, dilakukan eksibisi atau pertandingan persahabatan antara tim Liliyana melawan tim Marleve.

Dimana Liliyana harus berpasangan dengan H.Andre, sementara Marleve berpasangan dengan Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa. Hasilnya tim Liliyana berhasil menang dari tim Marleve dengan skor tipis 30-28.

“Saya ingin memotivasi atlet-atlet muda di Samarinda, khususnya di Kaltim. Dengan hadirnya Liliyana dan Marleve, saya berharap teman-teman bisa terus semangat dan ke depan bisa membawa nama Kaltim ke kancah Nasional hingga Internasional,” ungkap Andre kepada awak media.Ia menilai, atlet bulutangkis di Samarinda sudah bagus. Namun dengan kedatangan Liliana, bisa menjadi contoh bagi semua. Apalagi Liliyana merupakan atlet muda yang sudah memenangkan sejumlah kejuaraan hingga tingkat Olimpiade.

“Harapan saya, dengan adanya kegiatan ini semua bisa lebih maju lagi. Target kita, atlet Kaltim bisa mewakili Indonesia di tingkat dunia,” tuturnya, lagi.

Ternyata, aku Andre, menjadi tandem atau pasangan Liliana membuatnya gugup.

“Nerves mas. Ngimbanginnya ngos-ngosan,” ujar pecinta bulutangkis ini.

Sementara itu, Liliyana Natsir mengaku senang melihat bakat-bakat atlet bulutangkis Kaltim.

“Saya rasa di seluruh Indonesia, semua atletnya sudah luar biasa dan tinggal diberikan motivasi saja. Namun yang terpenting anak-anak mau bekerja keras serta dispilin, saya rasa bisa lanjut hingga ke tingkat dunia,” pesan Butet, sapaan akrabnya.

Ia juga menilai, perkembangan bulutangkis di Indonesia saat ini sudah cukup bagus. Apalagi saat Denmark Open dan France Open 2019, gelar juara berhasil diraih dua ganda putra dan campuran. Tapi mengenai susahnya mencari atlet bulutangkis yang berbakat, Butet menganggap, semua Negara juga mengalami kendala yang sama.

“Bukan hanya Indonesia, tapi China dan Korea juga. Dulu Korea yang mendominasi, sekarang sudah banyak berkurang pemainnya,” jelas atlet kelahiran 1985 ini.Kemudian, Marleve Mainaky menambahkan, regenerasi atlet bulutangkis di Indonesia perlu dilakukan. Selain itu pembinaan dalam hal disiplin termasuk sumber daya manusianya (SDM) juga harus ditingkatkan.

“Pemain itu harus punya mental yang kuat, biar bulutangkis Indonesia bisa kembali seperti dulu,” tegasnya.

Untuk memiliki mental dan skill yang hebat, perlu dilakukan pertandingan-pertandingan seperti di Samarinda ini. Apalagi di Kaltim, banyak sekali bibit pemain hebat seperti di Pulau Jawa dan Sulawesi.

“Saya lihat skill pemainnya sudah sangat bagus. Tapi harus sering terjun mengikuti perlombaan agar semakin baik lagi,” ucapnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu