PUKUL PETUGAS : Paluy saat diperiksa di SPK Polres Kukar. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Bukannya mengakui kesalahan, malah memukul petugas. Hal tersebut dilakukan Paluy (bukan nama sebenarnya), warga Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Akibat perbuatannya, pria yang diperkirakan berusia 40 tahun ini harus menjalani pemeriksaan di Polres Kukar.

Insiden ini terjadi ketika sejumlah petugas Polantas Kukar sedang melakukan pemeriksaan kendaraan alias rajia di Persimpangan Kelambu Kuning, Tenggarong, Sabtu (30/11/2019) pagi. Sewaktu berlangsung, Paluy dengan santainya menikung dari arah Jalan Danau Aji menuju Jalan Pesut menggunakan sepeda motor.

Padahal saat itu, lampu lalu lintas sedang merah dan terdapat tulisan “belok kiri ikuti isyarat lampu”. Sehingga Paluy telah melanggar Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Waktu itu selain melanggar lampu lalu lintas, dia (Paluy,Red) juga tidak mengenakan helm,” terang Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Wisnu Dian Ristanto saat dikonfirmasi 1News.id, Sabtu siang.

Kemudian lanjutnya, sewaktu mau dihentikan Paluy juga berusaha kabur hingga menabrak rombong pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan es cincau. Ternyata saat diperiksa, SIM Paluy sudah mati dan STNK sepeda motornya tidak ada.

“Sama anggota langsung ditahan sepeda motornya, tapi ketika mau ditilang kunci motornya malah dia bawa jalan,” bebernya.

Karuan saja, seorang petugas bernama Rendi langsung mendatanginya. Namun ketika diminta kuncinya, Paluy marah dan seketika memukulkan helm ke wajah petugas tersebut.

“Nah helm itu punya siapa nggak tahu juga. Tau-tau sudah ada ditangannya,” kata Wisnu.

Melihat rekannya dipukul, salah seorang petugas bernama Supri ingin merekam perbuatan Paluy di handphone. Tapi oleh Paluy, petugas itu malah dilempar helm hingga mengenai mata.

“Karena memukul, dia langsung diamankan oleh anggota dan dibawa ke Polres Kukar. Untuk diproses atau tidak, kita tunggu hasil pemeriksaan Unit Reskrim,” jelas Kasat.

Sementara dua polantas yang dipukul Paluy langsung dibawa ke rumah sakit untuk di visum.

“Hanya luka memar saja. Satu di pipi, satunya di mata. Tapi keduanya baik-baik saja,” urai Wisnu. (bay)

Berikan Tanggapanmu