BERANTAS NARKOBA : Petugas Polsek Muara Kaman saat mengamankan Antok, pengedar narkoba di Mess Perkebunan Kelapa Sawit milik PT MKH. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Muara Kaman berhasil mengamankan seorang pengedar narkoba. Ia bernama Asrianto alias Antok (30) warga pendatang asal Kecamatan Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Dari tangan Antok, petugas mengamankan 19 poket sabu seberat 14,39 gram.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui PS Kapolsek Muara Kaman Iptu Juwadi mengatakan, pengungkapan ini terjadi Senin (18/11/2019) malam sekitar pukul 22.00 Wita di Mess Karyawan PT Maju Kaltim Hadapan (MKH), tepatnya di Desa Sedulang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

“Pelaku ini dulu pekerja sawit disana (MKH,Red) tapi sudah berhenti. Meski sudah bukan pekerja, tapi masih tinggal di mess karyawan seperti mantan pekerja lainnya,” jelas Juwadi kepada harian ini, Rabu (20/11/2019) pagi.

Kasus ini terungkap berkat informasi masyarakat. Dimana dikatakan masih maraknya peredaran narkoba di areal perkebunan kelapa sawit milik PT MKH. Kemudian Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Sukardi beserta jajaran untuk melakukan penyelidikan di lapangan.

“Sewaktu di TKP, anggota melihat sebuah mess yang terbuka. Setelah didekatin, anggota melihat pelaku sedang berbaring di dalam mess tersebut,” ucap Juwadi.

Ketika di introgasi, pria tersebut mengaku bernama Antok dan tampak mencurigakan. Pasalnya saat itu Antok seperti gelisah tidak karuan.

“Karena curiga anggota langsung menggeledahnya. Saat itu anggota menemukan 18 poket sabu yang disembunyikan di dalam bandul kalung di lehernya. Selanjutnya anggota kembali menggeledah mess itu, ditemukan lagi satu poket besar dalam sebuah tas yang tergantung di kamar,” urai Kapolsek.

Kepada petugas Antok mengakui narkoba itu miliknya. Ia membelinya di Samarinda dan di edarkannya di Muara Kaman.

“Ngakunya sudah tiga kali membeli di Samarinda. Menjadi pengedar dilakukannya semenjak berhenti bekerja di perkebunan kelapa sawit,” jelas Juwadi.

Saat ini Antok sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Selain 19 poket sabu, kami juga mengamankan bukti lainnya seperti sekop, sedotan, korek api, timbangan digital, alat bong, plastik klip, serta uang tunai,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu