TUKAR KARTU : Picang dan Aco saat diamankan di Polres Luwu Utara dan Mustakim di Mapolsek Muara Jawa beserta barang buktinya. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Muara Jawa bekerjasama dengan Tim Alligator Polres Kutai Kartanegara (Kukar) dan Polres Luwu Utara berhasil mengungkap kasus pencurian dengan modus menukar kartu ATM. Dalam pengungkapan ini, sebanyak tiga orang berhasil diamankan.

Komplotan pencuri tersebut bernama Syaifullah Bat alias Picang (48) dan Aco Hindi (50), warga pendatang asal Sulawesi Selatan (Sulsel), kemudian Mustakim (35) warga Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

“Ketiganya berhasil kami tangkap, Kamis (21/11/2019) kemarin. Mustakim diamankan pagi hari di Balikpapan, sedangkan dua temannya (Picang dan Aco,Red) kita amankan malam hari di Masamba, Kabupaten Luwu Utara,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Muara Jawa AKP Anton Saman kepada harian ini, Jumat (22/11/2019) pagi.

Terungkapnya kasus ini berawal adanya laporan pencurian uang tabungan milik Marthen Marippi (55) warga Kecamatan Muara Jawa pada, Minggu (25/8/2019) lalu di ATM Bank Mandiri, Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Muara Jawa Ulu. Akibat pencurian tersebut, Marthen kehilangan tabungan senilai Rp 176 juta.

“Jadi modusnya dengan menukar kartu ATM yang mirip dengan milik korban. Setelah berhasil ditukar, para pelaku segera menguras isi tabungan korban di mesin ATM lain,” ucap Anton.

Komplotan pencuri ini memiliki peran masing-masing. Picang bertugas mengantri di ATM dan mengintip PIN ATM, sedangkan Aco berpura-pura ketinggalan kartu ATM sekaligus menukarnya. Sementara Mustakim sebagai penunjuk jalan.

“Uang korban mereka habiskan dalam waktu dua hari saja. Ada yang ditransferkan dan juga habis dibelanjakan emas di Samarinda,” tutur Kapolsek.

“Sementara korban baru sadar ATM-nya tertukar ketika ingin mengirim uang sekitar tiga hari setelah kejadian,” tambahnya.

Sebelum beraksi di Muara Jawa. Komplotan ini juga beraksi di Balikpapan, Samboja, hingga Bontang.

“Di Balikpapan mereka berhasil mencuri kartu ATM milik seorang ibu, sedangkan di Samboja mereka gagal, karena korbannya melawan saat dirampas. Setelah bermain di Kukar, mereka langsung ke Samarinda dan Bontang,” terang Anton, lagi.

Dari laporan tersebut, kemudian Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Martono beserta personil untuk melakukan penyelidikan dilapangan. Setelah mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan saksi, akhirnya kasus ini berhasil diungkap.

“Buktinya ada rekaman CCTV saat pelaku menguras tabungan di ATM. Selain itu, ketika mereka beraksi di Samboja, ada yang memfoto mobilnya. Sehingga kami mengetahui mobil tersebut mereka rental di Balikpapan dan digunakan selama beraksi disini (Kaltim,Red),” bebernya.Dari hasil penyelidikan selama tiga minggu, komplotan pencuri antar provinsi ini berhasil diamankan.

“Saat ini baru satu yang kami amankan di Mapolsek Muara Jawa, sedangkan dua pelaku masih dalam perjalanan dari Luwu Utara,” ujarnya.

Selain rekaman CCTV, pihaknya juga mengamankan sejumlah rekening koran serta satu unit mobil Toyota New Avanza warna hitam KT 1775 KR. Sedangkan kartu ATM yang diamankan dari tangan Picang dan Aco berjumlah ratusan.

“Ada satu plastik kartu ATM yang diamankan. Untuk lebih lanjutnya kita akan selidiki lebih dalam lagi, setelah para pelaku semua disini (Mapolsek Muara Jawa,Red),” kata Anton. (bay)

Berikan Tanggapanmu