HABIS TERBAKAR : Kebakaran terjadi di Desa Sebulu Ulu, tepatnya di Komplek Perkantoran Desa, Kamis (21/11) pagi. (ist)

ONENEWS, KUKAR  – Sebanyak enam bangunan di RT 11 Desa Sebulu Ulu, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (21/11/2019) pagi sekitar pukul 05.00Wita terbakar. Beruntung dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kerugian mencapai Rp 500 juta.

Bangunan yang terbakar itu berada di Komplek Perkantoran Desa Sebulu Ulu. Bangunan tersebut terdiri dari Kantor Desa Sebulu Ulu yang lama, Kantor Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), Kantor Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kantor Lembaga Adat, serta Kantor UPTD Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar dan Gedung PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

“Dari semua bangunan yang terbakar, empat yang terbakar habis, sedangkan dua hanya sebagian, yakni Kantor UPTD Dinas Pendidikan dan PAUD,” jelas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui PS Kapolsek Sebulu Iptu Ishaq kepada harian ini.

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh Saipul (34), petugas Linmas yang berjaga. Ketika itu Saipul melihat ada api dari dalam Kantor Desa yang lama. Melihat hal tersebut, Saipul sempat mencoba memadamkan dengan alat seadanya.

Namun sayang, api cepat membesar hingga ke ruang tengah kantor. Bahkan, kebakaran yang terjadi menjelang pagi itu juga merambat ke perkantoran lain yang letaknya bersebelahan.

“Bangunannya terbuat dari kayu semua, jadi api makin cepat membesar,” ucap Ishaq.Pemadaman berlangsung cukup lama. Pasalnya saat itu pemadaman hanya dilakukan dengan menggunakan satu unit mobil pemadam dan enam buah mesin pompa air. Tapi setelah beberapa lama kemudian, bala bantuan dari BPBD Kukar tiba dari Tenggarong.

“Kendalanya ya lokasi kebakaran jauh dari Tenggarong. Petugas pemadam harus menempuh perjalanan darat, kemudian lanjut menyeberangi sungai menggunakan feri tradisional,” tuturnya.

Akhirnya, tepat pukul 06.20 Wita api berhasil dipadamkan. Selanjutkan Kapolsek memerintahkan petugas untuk melakukan penyelidikan.

“Dugaan sementara konsleting listrik dari Kantor Desa yang lama. Di dalam kantor tersebut hanya terdapat barang-barang lama, karena semenjak kantor desa yang baru ada, yang lama hanya dijadikan gudang,” urai Kapolsek. (bay)

Berikan Tanggapanmu