BERIKAN KETERANGAN : Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Andika Dharma Sena bersama Kanit Eksus Iptu Anton saat menyampaikan perkembangan kasus dugaan penganiayaan anak di Muara Muntai, Senin (25/11/2019) kemarin. (Photo : Bayu)

ONENEWS, KUKAR – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) melalui Unit Pidana Khusus (Pidsus) bersama Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penganiayaan anak terhadap Ky (8) di Kecamatan Muara Muntai.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Andika Dharma Sena didampingi Kanit Eksus Iptu Anton kepada wartawan, Senin (25/11/2019) kemarin.

“Kasus ini masih kita selidiki, meskipun bapak korban meminta agar kasus ini di selesaikan secara kekeluargaan. Karena bapaknya merasa semua adalah anak-anaknya,” ujar Sena.

Tapi terang Sena, apakah kasus ini tetap dilanjutkan atau tidak, itu nanti kepolisian yang memutuskan. Apalagi saat ini pihaknya masih menunggu hasil psikologis korban dari instansi perlindungan anak.

“Mungkin Selasa besok (hari ini,Red) sudah ada hasil psikologisnya. Nanti kita sampaikan kembali,” ungkapnya.

Mengenai penganiayaan ini, bukan dilakukan juga oleh ibu tirinya seperti yang viral di masyarakat. Tapi penganiayaan itu dilakukan oleh kedua kakak tirinya.

“Penganiayaan itu terjadi pada tanggal 17 dan 20 November. Itupun hanya mencubit dan memukul tangan korban saja. Tidak ada namanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam maupun lain sebagainya,” terang Sena.

Karena saat kejadian, ibu tiri Ky sedang berada di Tenggarong sejak 12 November untuk mengurus surat menyurat pernikahan kakak tiri Ky yang dewasa. Sementara bapak kandung Ky sedang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di laut.

“Jadi yang bertugas menjaga korban saat itu hanya kedua kakak tirinya, satu yang masih SMP dan satunya sudah dewasa. Sedangkan ibunya baru balik ke Muara Muntai setelah dipanggil pihak Polsek Muara Muntai terkait kasus ini,” ucapnya.

Alasan penganiayaan itu, lanjut Sena, karena Ky bermain diluar rumah tanpa diketahui kedua kakak tirinya. Padahal saat itu, kedua kakaknya yang bertugas menjaganya.

“Jadi ketika itu korban bermain di sebuah rakit atau sungai hingga maghrib. Mungkin karena kesal, kakak satunya mencubit dan satunya memukul tangan korban,” urai Kasat.

Sedangkan mengenai rambut yang dipetal atau dipotong, itu dilakukan oleh Ky sendiri, bukan ibu maupun kakak tirinya.

“Korban bilang ke kami potong sendiri, katanya gerah,” tambah Sena.

Yang jelas, beber Sena, kasus ini sudah ditangani khusus Satreskrim Polres Kukar usai dilimpahkan dari Polsek Muara Muntai.

“Sampai saat ini masih kita tangani, apalagi kasus ini viral di masyarakat. Sementara kedua kakaknya dan korban masih kita serahkan ke pihak keluarga serta wajib lapor, sembari menunggu hasil psikologis,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu