MAKAN KORBAN : Kapal LCT yang terbalik di Sungai Kedang Kepala, Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Sebuah Kapal LCT bermuatan kendaraan tambang batu bara, Sabtu (30/11/2019) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita terbalik di Perairan Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam insiden ini, satu anak buah kapal (ABK) tewas dan satu hilang.

Informasi yang dihimpun harian ini. Kejadian ini terjadi di KM 46 Desa Kupang Baru, tepatnya di Sungai Kedang Kepala. Sementara Kapal LCT tersebut bernama Mutiara 77.

“Katanya kapal itu mau menuju Kutai Timur (Kutim),” kata warga yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi, Sabtu malam.

Sementara seorang ABK yang tewas ditemukan terkurung di dalam kapal sekitar pukul 15.00 Wita. Sedangkan seorang ABK lainnya masih hilang.

“Infonya ada 10 orang di kapal itu. Satu hilang, satunya ditemukan tewas terkurung di dalam kapal. Sementara yang selamat ada 8 orang,” ujarnya.

“Kata teman-temannya yang selamat, yang hilang itu melompat ke sungai saat kapal mau terbalik. Padahal kata temannya, yang hilang itu tidak bisa berenang,” tambahnya.

Kemudian lanjutnya, Kapal LCT itu bermuatan kendaraan tambang batu bara. Informasi yang di dapat ada 4 hingga 6 unit. Sedangkan ABK yang ditemukan tewas langsung dilarikan ke RSUD Dayaku Raja di Kecamatan Kota Bangun.

“Disana tidak ada jalan daratnya, hanya jalur sungai. Korban yang ditemukan di evakuasi menggunakan ketinting. Selain itu, disana (Sungai Kedang Kepala,Red) tidak ada signal, sehingga susah untuk berkomunikasi,” jelasnya.

“Sedangkan saya dapat kabar ini dari keluarga saya yang kebetulan tinggal di desa itu (Kupang Baru,Red) sekitar pukul 12 siang,” tuturnya.

Ia juga menerangkan kalau sungai itu memang terkenal angker. Pasalnya pada zaman belanda dulu, di jalur sungai tersebut kerap dijadikan sebagai wadah mencari tumbal kepala.

“Makanya warga menyebut sungai itu kedang kepala,” bebernya.

Bukan hanya itu. Bagi nakhoda kapal yang baru pertama kali melintasi sungai itu, tentu tidak hafal jalur. Karena sering kali kapal yang lewat akan mengalami kandas atau tersangkut batang dibawah sungai. Tapi mengenai penyebab terbaliknya Kapal LCT itu, ia mengaku tidak tahu persis. (bay)

Berikan Tanggapanmu