KENA TANGKAP : Kapolsekta Samarinda Seberang Kompol Suko Widodo saat memperlihatkan pasutri yang tertangkap mengedarkan narkoba. (ist)

ONENEWS, SAMARINDA – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsekta Samarinda Seberang berhasil mengamankan dua pemain narkoba. Mereka bernama Anton (48) dan Maymuna (36), keduanya warga Jalan HAM Rifadin, Gang Masjid RT 14, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, melalui Kapolsekta Samarinda Seberang Kompol Suko Widodo menerangkan, Anton dan Maymuna merupakan pasangan suami istri (pasutri). Keduanya ditangkap, Sabtu (2/11/2019) malam lalu sekitar pukul 21.00 Wita.

“Pertama yang diamankan suaminya (Anton,Red), baru istrinya (Maymuna,Red),” kata Suko kepada harian ini, Senin (4/11/2019) siang.

Dijelaskannya, kasus ini terungkap saat petugas Polsekta Samarinda Seberang mendapatkan informasi bahwa di sekitaran Jalan Cipto Mangunkusumo kerap terjadi transaksi narkoba. Kemudian Kapolsek memerintahkan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan sekaligus patroli dilapangan.

“Ketika di Jalan Cipto Mangunkusumo, anggota melihat pelaku sedang berada di atas sepeda motor dan tampak mencurigakan. Kemudian anggota mendatanginya untuk diperiksa,” ujar Suko.

Anton-pun panik saat diciduk. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di seluruh tubuh serta sepeda motor Anton. Sampai akhirnya ditemukan satu poket narkoba jenis sabu di dashboard sepeda motornya.

Usai diamankan, Anton lalu dibawa ke rumahnya di Jalan HAM Rifadin untuk mencari barang bukti lainnya. Setibanya disana, petugas mengamankan Maymuna, istri Anton. Pasalnya, Maymuna juga ikut terlibat dalam bisnis haram ini.

“Waktu kita geledah kamar di rumah, kita temukan lagi 24 poket sabu yang disimpan dalam dompet, lengkap dengan timbangan digital, sendok takar, pipet plastik, buku catatan penjualan sabu serta sejumlah bukti lainnya,” urai Kapolsekta.

Saat ini, pasutri ini sudah mendekam di penjara dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 114 jo Pasal 112 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

“Untuk narkoba yang diamankan sebanyak 25 poket. Total beratnya mencapai 18,14 gram brutto,” kata Suko. (bay)

Berikan Tanggapanmu