KENA CIDUK : Petugas Satpol PP Kukar saat mengamankan empat remaja yang kedapatan bersama-sama di dalam sebuah kamar kos di Tenggarong. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Empat remaja di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (23/11/2019) pagi sekitar pukul 09.07 Wita bernasib apes. Mereka kedapatan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kukar sedang berada di dalam kamar kos di bilangan Jalan Danau Lipan, Tenggarong.

Mereka terdiri dua pria dan dua wanita. Mirisnya lagi, dua wanita tersebut berstatus pelajar di Tenggarong dan masih berusia 17 tahun, sementara dua prianya berusia 19 tahun.

“Ngakunya ke anggota ngumpul-ngumpul saja,” kata Kepala Satpol PP Kukar, Fida Hurasani kepada harian ini.

Tapi saat penggerebekan, pintu kamar kos tersebut dalam keadaan tertutup. Sehingga warga beserta Ketua RT setempat mencurigai para remaja tersebut.

“Mereka sudah ada di dalam kosan itu sekitar 2 jam. Karena mencurigakan akhirnya dilaporkan ke kami (Satpol PP,Red). Selanjutnya anggota bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” jelas Fida.

Usai diamankan, ke empatnya dibawa ke Pos Satpol PP di Kantor Bupati Kukar untuk diberikan pembinaan dan di data. Ternyata dari empat remaja itu, ada yang berstatus pasangan kekasih.

“Yang tinggal di kosan itu berpacaran dengan salah seorang wanitanya. Kata RT setempat, mereka sering berduaan di dalam kosan. Mereka juga sering ditegur RT, tapi tidak didengar,” beber Afe, akrab disapa.

Sayangnya lagi. Dua wanita itu masih mengenakan seragam sekolah ketika penggerebekan. Setelah ditanya, mereka mengaku sudah ijin ke guru di sekolah untuk berobat ke rumah sakit.

“Satu dari wanita itu mengaku sakit dan mau berobat, sementara satunya yang menemani. Karena rumah temannya yang sakit jauh, akhirnya mereka menumpang di kosan itu sambil menunggu waktu ke rumah sakit. Itu sih alasannya,” terang Afe.

Setelah diberi pembinaan dan memanggil pihak sekolah, ke empat remaja itu diperbolehkan pulang. Apabila mengulangi, maka akan ditindak tegas.

“Kami menghimbau kepada pemilik kosan agar memperhatikan tempat usahanya. Apabila ada masyarakat yang melihat atau menemukan hal serupa jangan segan-segan melapor ke kami,” imbuh Afe. (bay)

Berikan Tanggapanmu