TERCIDUK BAWA : Rahmad dan Fadli saat diamankan di Mako Polsek Loa Kulu. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Jastip atau dikenal Jasa Titip saat ini mulai ramai menjadi peluang usaha sampingan bagi masyarakat. Dimana konsumen bisa memanfaatkan jastip tersebut untuk memesan barang-barang rumah tangga hingga kuliner, baik di dalam kota, luar kota hingga luar negeri.

Ternyata, jastip tersebut juga dimanfaatkan sejumlah komplotan narkoba di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka ialah Rahmad Hidayat (24) dan Fadli (23), warga Desa Jembayan, Loa Kulu.

Keduanya ditangkap Tim Petir Unit Reskrim Polsek Loa Kulu karena mengedarkan narkoba, Sabtu (26/10/2019) malam lalu.

“Jadi mereka berdua pengedar sekaligus pemakai. Hanya saja, mereka membelikan barangnya apabila ada yang memesan atau menitip uang, barulah mereka belikan,” terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Loa Kulu Iptu Aksaruddin Adam kepada harian ini, Rabu (30/10/2019) kemarin.

Dari tangan keduanya, petugas mengamankan dua poket sabu beserta bukti-bukti lainnya, termasuk satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hitam.

“Mereka sudah lama kami incar, tapi baru ini kedapatan membawa sabu,” ucap Aksar, akrab disapa.

Narkoba itu dibeli oleh Rahmad dan Fadli di Samarinda. Ketika itu keduanya tertangkap basah sedang berboncengan menggunakan sepeda motor di kawasan Desa Jembayan, tepatnya di Dusun Margasari.

“Saat dilakukan penggeledahan, anggota menemukan satu poket dari tangan Rahmad, sementara satu poketnya lagi ditemukan dirumahnya di Gunung Habang,” urai Kapolsek, lagi.

Keduanya lalu diamankan dan dibawa ke Mako Polsek Loa Kulu guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka sudah ditetapkan tersangka dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 127  UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (bay)

Berikan Tanggapanmu