UNGKAP KASUS : Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa saat memperlihatkan tiga komplotan curanmor antar kota beserta barang buktinya. (ist)

ONENEWS, SAMARINDA – Tim gabungan Jatanras Polresta Samarinda bersama Polres Berau dan Polres Kutai Timur (Kutim) berhasil mengamankan tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Mereka berinisial SP, BS, dan ML, warga Samarinda dan Berau. Dari tangan ketiganya, petugas mengamankan 18 unit sepeda motor hasil curian.

“Untuk barang bukti 15 unit ada di Polresta Samarinda, sedangkan 3 unit dibawa ke Polres Berau,” jelas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa kepada harian ini, Kamis (31/10/2019) sore.

Terungkapnya kasus ini berawal adanya laporan kasus curanmor di Polres Berau. Dari hasil penyelidikan, pelakunya diketahui membawa hasil curian ke Samarinda. Sehingga, kata Damus, Polres Berau berkoordinasi dengan Jatanras Polresta Samarinda untuk melakukan pencarian.

“Jadi kami bersama-sama menyelidiki dilapangan. Ternyata pelaku sudah berada di Kutim,” jelasnya.

Selanjutnya, tim gabungan bergerak ke Kutim dan berhasil mengamankan BS lebih dulu di Kecamatan Muara Bengkal, Kamis (24/10/2019) lalu. Ketika ingin ditangkap, BS sempat melawan petugas dan kabur. Sehingga petugas terpaksa melepaskan tembakan ke arah kaki untuk melumpuhkannya.

“Iya, dia (BS,Red) sempat mau kabur, jadi anggota mau tidak mau menembak kakinya,” tutur Damus.

Dari pengakuan BS. Sepeda motor hasil curian di Berau dan Samarinda dijual kepada ML, penadahnya. Kemudian petugas mengamankan ML di Kecamatan Bengalon.

“Waktu kita amankan ML, kita temukan sejumlah barang bukti sebanyak 13 unit sepeda motor,” ucap Kasat, lagi.

BS dan ML kemudian dimintai keterangan lebih lanjut. Kepada petugas, BS mengungkapkan, masih ada seorang pelaku curanmor yakni SP, dan sering beraksi di Samarinda.

“Dari keterangan BS itulah kami berhasil menangkap SP juga di waktu yang sama di Kutim. Bahkan dari tangan SP, kami amankan 4 unit sepeda motor lagi,” urai Damus.

Usai diamankan, ketiganya lalu dibawa ke Polresta Samarinda. Dari pengakuan BS, terdapat 20 TKP tempatnya beraksi, yakni di Samarinda, Berau dan Kutai Kartanegara (Kukar).

“Paling banyak di Samarinda. Hasil curian BS itu dijualnya ke Muara Bengkal kepada ML. Sementara kalau SP hanya beraksi di 11 TKP di Samarinda dan menjualnya-pun di Samarinda saja,” jelasnya.

Untuk harga jual sepeda motor curian ini, BS memasang harga Rp 1,5 hingga 3 Juta, tergantung merek. Setiap mencuri, BS mengincar sepeda motor yang tidak terkunci stang serta kunci kontak yang menempel. Sedangkan SP mencuri dengan cara memutus kabel jaringan kontaknya.

“BS itu pemain antar kota, sementara SP seorang residivis kasus curanmor dan baru bebas Januari 2019 lalu,” beber Damus.

Saat ini, ketiga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

“Kasus ini masih kita kembangkan dilapangan dan kemungkinan barang bukti bisa bertambah,” tegasnya. (bay) 

Berikan Tanggapanmu