APES KETAHUAN : Hr saat diamankan di Mako Polsek Tenggarong karena kedapatan menyimpan sabu saat terjaring Operasi Patuh Mahakam 2019. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Kepolisian Sektor Tenggarong berhasil mengungkap kasus narkoba, Selasa (10/9/2019) pagi sekitar pukul 11.30 Wita. Dalam kasus ini, petugas mengamankan seorang pria berinisial Hr (35) warga pendatang asal Kecamatan Tewe Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Tenggarong Iptu Triyadi, melalui Kanit Reskrim Ipda Hadi Winarno menerangkan, terungkapnya kasus ini berawal saat jajaran Polsek Tenggarong dipimpin Wakapolsek Iptu I Ketut Kartika sedang melaksanakan Operasi Patuh Mahakam 2019 di Jalan Etam, Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong.

“ Jadi ketika kami melakukan razia, anggota menghentikan dump truk yang dikendarai oleh pelaku. Saat diminta surat-surat kendaraannya, pelaku tidak bisa memperlihatkannya,” kata Hadi kepada harian ini.

Sehingga lanjutnya, Hr diminta untuk menuju ke meja petugas untuk diproses tilang. Namun saat dump truk milik Hr mau dibawa ke Kantor Satlantas Polres Kukar, petugas tidak menemukan kunci kontak dump truk tersebut.

“ Karena nggak ada kuncinya, anggota kemudian memeriksa kabin dump truk hingga tas pelaku, untuk mencari kunci. Tapi ketika membuka tas pelaku, anggota menemukan alat hisap atau bong yang digunakan untuk nyabu,” urai Kanit.

Karuan saja, petugas malah curiga kalau Hr membawa narkoba. Kemudian petugas bergegas mengamankan Hr dan dilakukan penggeledahan pada tubuhnya.

“ Saat digeledah, anggota menemukan satu poket sabu di dalam rokok yang disimpan di dalam kantong celananya. Selanjutnya pelaku kami amankan ke Mako Polsek Tenggarong,” tutur Hadi, lagi.

Dari pengakuan Hr, sabu itu hanya digunakan sendiri. Selain sabu seberat 0,46 gram bruto, petugas juga mengamankan 1 bungkus plastik klip, korek api gas, 6 sendok takar, 4 buah pipet kaca, dan sejumlah bukti lainnya.

“ Saat ini pelaku sudah kami amankan di kantor. Pelaku kami jerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu