KETAHUAN SIMPAN : Ihsan saat diamankan di Mako Polsek Loa Kulu karena kedapatan menyimpan sabu di dalam sebuah helm standar. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Maraknya peredaran narkoba di wilayah hukum Kutai Kartanegara (Kukar) membuat aparat kepolisian terus gencar melakukan penindakan. Buktinya pada Minggu (8/9/2019) lalu sekitar pukul 19.00 Wita, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Loa Kulu berhasil mengamankan seorang pengedar sabu bernama Ihsan (39) warga Jalan Cokro, Gang Karya Imis, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda.

“ Dari tangan pelaku, kami berhasil mengamankan 5 poket sabu yang dibungkus dalam kertas. Sabu itu kami temukan di sela-sela busa helm standar yang dibawanya,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Loa Kulu Iptu Aksaruddin Adam kepada harian ini, Selasa (10/9/2019) pagi.

Terungkapnya kasus ini berawal saat Polsek Loa Kulu mendapat informasi kalau di Jalan Poros Loa Kulu – Loa Janan, tepatnya di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kukar kerap dijadikan tempat bertransaksi narkoba. Mendengar info itu, Kapolsek kemudian memerintahkan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan dilapangan.

Ternyata ketika berada di Desa Jembayan RT 07, petugas melihat seorang pria sedang duduk dipinggir jalan sambil memegang helm dan mencurigakan.

“ Khawatir akan kabur, anggota langsung bergerak mengamankannya,” ucap Aksar, akrab disapa.

Usai diamankan, petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap pria bernama Ihsan ini. Awalnya petugas tidak menemukan apa-apa dipakaiannya, namun petugas mencurigai helm yang terus saja dipegangnya.

“ Waktu kita buka helmnya, ternyata di sela-sela busa dalam helm ditemukan lima buah kertas. Ketika kita buka, isinya ada lima poket sabu,” beber Kapolsek.

Sontak saja, Ihsan tak bisa berkutik. Ihsan lalu dibawa ke Mako Polsek Loa Kulu untuk dimintai keterangan.

“ Ngakunya dibawa dari Samarinda Seberang dan akan dijual kepada pembeli di Loa Kulu,” ucap Aksar.

Saat ini Ihsan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (bay)

Berikan Tanggapanmu