DITANGKAP LAGI : Zulkifli alias Kifli saat diamankan Unit Opsnal Polsek Sungai Pinang usai merampok tetangganya pagi hari. (ist)

ONENEWS, SAMARINDA – Apes bagi Zulkifli alias Kifli (32). Pria yang tinggal di Jalan Muang Ilir RT 26, Kelurahan Lempake, Kecamatan SamarindaUtara, Kota Samarinda ini harus berurusan dengan aparat kepolisian. Pasalnya, Rabu (25/9/2019) lalu, Kifli tertangkap tangan usai merampok Salimah (27), seorang ibu rumah tangga (IRT) yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Perampokan ini dilakukan Kifli sekitar pukul 09.00Wita. Saat itu Kifli masuk ke dalam rumah Salimah melalui pintu depan yang tidak dikunci. Dengan menggunakan penutup wajah, Kifli lalu menodongkan senjata tajam (sajam) jenis belati kepada Salimah yang sedang duduk di depan pintu kamar.

“ Sajam itu diarahkan pelaku ke leher korban. Kemudian pelaku mengancam korban akan membunuhnya jika korban berteriak,” kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Ramadhanil kepada harian ini, Jumat (27/9/2019) kemarin.

Saat itu, Kifli langsung menarik kalung serta mencabut anting-anting yang dikenakan Salimah. Bahkan Kifli juga mengambil satu unit handphone yang ada di dalam kamar.

“ Setelah mengambil sejumlah barang, pelaku meminta korban untuk tiarap dilantai, kemudian pelaku melarikan diri,” jelas Dhanil, akrab disapa.

Usai kejadian, Salimah yang hanya sendirian dirumah langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Sungai Pinang. Selanjutnya, Kapolsek beserta Unit Opsnal langsung bergerak ke lokasi kejadian guna penyelidikan lebih lanjut.

“ Sewaktu kita mintai keterangan, korban mengaku mengenali suara rampok itu, yakni tetangganya sendiri bernama Kifli,” ucap Kapolsek.Dari info itulah, lanjut Dhanil, pihaknya langsung mengarah ke rumah Kifli yang lokasinya tak jauh dari rumah Salimah. Disana pihaknya mencoba mengintrogasi Kifli.

“ Awalnya tidak mau mengakui, tapi setelah kita lakukan penggeledahan, kami temukan perhiasan korban dibawah kasur pelaku. Sehingga pelaku akhirnya mengakui perbuatannya,” jelasnya.

Karuan saja, baru dua jam beraksi, Kifli-pun terciduk oleh petugas. Kifli hanya bisa pasrah digelandang ke Mako Polsek Sungai Pinang.

“ Pelaku ini residivis pembunuhan. Akibat perbuatan, dia kembali masuk penjara,” beber Dhanil.

Saat ini Kifli sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan (Curas). Untuk barang bukti pihaknya mengamankan sebilah belati sepanjang 25 cm, kalung dan anting emas serta handphone. (bay)

Berikan Tanggapanmu