UNGKAP KASUS : Kapolsek Muara Jawa AKP Anton Saman bersama anggota saat memasang garis polisi di Wisma milik Iwan di Lokalisasi Galendrong. Selain itu, Iwan dan Bahtiar juga diamankan. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Dua pelajar asal Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) dipaksa menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) di Lokalisasi Galendrong, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa. Kedua pelajar yang menjadi korban Human Trafficking (Perdagangan Manusia) tersebut berinisial Vi (14) dan AV (15).

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Muara Jawa AKP Anton Saman mengatakan, dalam kasus ini pihaknya sudah mengamankan dua pelaku, yakni Iwan (39) dan Bahtiar (64) warga Kota Samarinda.

“ Saat ini kedua pelaku beserta para korban sudah kami amankan di Mako Polsek Muara Jawa untuk menjalani pemeriksaan,” kata Anton kepada harian ini, Selasa (10/9/2019) pagi.

Kasus trafficking ini berawal saat Vi dan AV kabur dari rumah sejak Juli 2019 lalu atau sehabis lebaran. Ketika berada di Kecamatan Palaran, keduanya bertemu dengan Bahtiar dan mengaku sedang mencari pekerjaan. Kemudian oleh Bahtiar, keduanya dibawa Muara Jawa untuk dipekerjakan di Wisma Lokalisasi Galendrong milik Iwan.

“ Disana mereka mulai bekerja sejak tanggal 13 Juli. Awalnya mereka hanya melayani minuman tamu saja, tapi belakangan malah diminta melayani tamu juga (berhubungan badan). Sementara Bahtiar mendapat uang jasa dari Iwan sebesar Rp 1 juta,” terang Anton.

Selama hampir dua bulan tersebut, Vi dan AV sudah melayani tamu hingga puluhan pria hidung belang. Dalam sehari saja, keduanya bisa mendapat tamu satu hingga dua orang.

“ Sudah banyak mas dan yang diuntungkan pemilik wismanya (Iwan,Red), karena banyak tamu datang,” beber Kapolsek.

Tak tahan dengan pekerjaan itu, AV nekat kabur pada Jumat (6/9/2019) lalu dan berhasil kembali ke rumahnya di Muara Badak.

“ Saat kabur, dia (AV,Red) beralasan kepada Iwan mencari sesuatu. Tapi setelah dipinggir jalan, dia langsung menumpang kendaraan orang yang melintas hingga sampai di Samarinda. Nah saat itu dia hubungi keluarganya dan minta dijemput,” tutur Anton.

Sesampainya di Muara Badak, orang tua Vi langsung mendatangi AV. Pasalnya, orang tua Vi tahu kalau anaknya kabur bersama dengan AV.

“ Langsung ditanya dan didesak sama orang tuanya Vi. Kemudian dijawab oleh AV kalau Vi berada di Galendrong, Muara Jawa. Tapi orang tua Vi nggak tahu itu tempat apa,” katanya.

Sehingga, Senin kemarin orang tua Vi mendatangi Polsek Muara Jawa untuk mengecek keberadaan Vi. Setelah dikasih tahu apa itu Galendrong, orang tua Vi langsung kaget. Kemudian bersama orang tua Vi, pihak kepolisian menuju ke tempat Vi berada.

Ternyata, Iwan sudah mencium kedatangan petugas. Oleh Iwan, Vi diminta meninggalkan wisma untuk segera pulang ke Muara Badak. Alhasil, sewaktu di cari di wisma, Vi sudah tidak ada.

“ Tapi sama anggota, Vi ditemukan di jalan raya di sekitaran Dondang. Selanjutnya Vi dibawa kembali ke wisma untuk mengamankan Iwan,” urai Anton.

Karuan saja, Iwan langsung tak berkutik saat ditemukan dengan Vi. Iwan-pun akhirnya mengakui perbuatannya dan menyebut nama Bahtiar, yang membawakan Vi dan AV kepadanya. Kemudian petugas mengarah ke Palaran dan mengamankan Bahtiar. Selain itu, petugas juga menjemput AV di Muara Badak untuk di bawa ke Mako Polsek Muara Jawa.

Akibat perbuatannya, Iwan dan Bahtiar dijerat dengan Pasal 2 UURI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 76 f, Jo Pasal 83 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“ Untuk barang bukti, kami amankan uang tunai sebesar Rp 228 ribu, sisa dari hasil menjual kedua korban sebagai PSK,” ucap Anton.

Kemudian Anton menambahkan, Vi dan AV hingga saat ini masih berstatus pelajar. Vi masih kelas 3 SMP, sedangkan AV kelas 1 SMA. Keduanya kabur dari rumah karena ada masalah dengan orang tuanya.

“ Mereka berdua ini teman dan saling kenal di Muara Badak. Karena ada masalah dirumah, keduanya bersama-sama kabur dan mencari pekerjaan. Sampai akhirnya mereka bertemu Bahtiar dan ditawari bekerja di tempat Iwan,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu