AKIBAT NARKOBA : AM dan HT saat diamankan di Mapolres Kukar beserta dua kendaraan dan barang bukti lainnya. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil mengamankan dua pemain narkoba. Mereka berinisial HT (38) warga Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang dan AM (47) warga Jalan Jendral A Yani, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Reskoba Iptu Romi menerangkan, penangkapan terhadap HT dan AM terjadi, Senin (2/9/2019) sore kemarin. Dari tangan keduanya, petugas mengamankan 2 poket narkoba jenis sabu seberat 0,64 gram.

“ Pertama yang kami amankan HT di Jalan Ahmad Muksin, Gang 007, Kelurahan Timbau. Sedangkan AM dirumahnya di Jalan A Yani, Tenggarong,” kata Romi kepada harian ini, Rabu (3/9/2019) siang.

Terungkapnya kasus ini, jelas Romi, berawal adanya informasi yang diterima Unit Opsnal Reskoba, bahwa akan ada seseorang yang membawa narkoba ke Jalan Ahmad Muksin, Tenggarong. Usai menerima informasi itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dilapangan.

Tepat pukul 16.50 Wita, petugas mencurigai satu unit mobil Toyota Calya warna orange yang melintas di Jalan Ahmad Muksin dan menghentikannya. Selanjutnya, kata Romi, petugas mengamankan HT yang membawa mobil tersebut.

“ Saat dilakukan penggeledahan, anggota menemukan dua poket sabu, yakni di kantong pintu mobil sebelah kanan dan satunya lagi di kantong baju yang dikenakannya,” tutur Kasat.

Usai diamankan, HT lalu dibawa ke Mapolres Kukar. Dari pengakuan HT, sabu itu dibelinya bersama dengan AM, pimpinannya. Selanjutnya, petugas mengamankan AM di Jalan A Yani pukul 18.00Wita.

“ Dari tangan AM, anggota kembali mengamankan satu pipet kaca yang masih berisikan sisa sabu, satu buah bong dan sendok takar, beserta bukti lainnya,” urai Romi.

Narkoba tersebut, diakui HT dan AM, baru saja dibeli di Jalan Tongkol, Kota Samarinda dengan harga Rp 400 ribu untuk 2 poket. Sementara alat-alat untuk menggunakan sabu dibawa oleh AM dari rumah.

“ Mereka nyabu di dalam mobil dinas merek Toyota Avanza warna silver. Pertama mereka nyabu di Parkiran belakang Mall Samarinda Square Samarinda, kemudian sekali lagi di Jalan Poros Samarinda – Tenggarong, tepatnya di L1 Tenggarong Seberang,” urai Kasat.

HT dan AM ini, beber Romi, merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar yang sama. AM merupakan Kepala Bidang (Kabid) di OPD tersebut, dan HT bawahannya.

“ Awalnya mereka berdua sedang tugas dinas di Muara Jawa. Sepulangnya dari Muara Jawa, keduanya mampir ke Samarinda untuk membeli sabu dengan sumbangan Rp 200 ribu – Rp 200 ribu,” katanya.

Sementara yang memiliki nomor handphone sang bandar adalah AM. Kemudian oleh AM, meminta HT menghubungi nomor tersebut untuk memesan barang.

“ Sabu yang dibeli itu mereka gunakan sedikit, sementara sisanya mau dijual lagi oleh HT dengan temannya seharga Rp 400 ribu 2 poket. Ketika mau jual itulah HT kami amankan,” terang Romi.

Saat ini, AM dan HT sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (bay)

Berikan Tanggapanmu