INGIN BUKTIKAN : Mis saat diamankan di Mako Polsek Kota Bangun karena mencuri mobil Suzuki Katana. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Tak bisa memenuhi keinginan sang istri, Mis (28) warga pendatang asal Desa Hamparaya, Kecamatan Batu Mandik, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) akhirnya mencuri mobil milik orang lain.

Aksi nekat itu terjadi pada Jumat (6/9/2019) malam lalu sekitar pukul 23.00 Wita di RT 21, Desa Kota Bangun Ulu (KBU), Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Saat itu Mis berhasil membawa kabur satu unit mobil Suzuki Katana warna ungu KT 1900 BI milik Damanhuri (42), tetangga di satu RT.

Sementara Damanhuri baru menyadari mobilnya hilang pada, Sabtu (7/9/2019) pagi sekitar pukul 04.30 Wita saat hendak sholat subuh di Masjid.

“ Jadi saat itu kunci kontak beserta STNK-nya masih berada di dalam mobil. Sehingga pelaku dengan mudah mencurinya,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Kota Bangun AKP Subari kepada harian ini, Sabtu (14/9/2019) pagi.

Mengetahui mobilnya hilang, Damanhuri awalnya mencoba mengecek ke beberapa saudaranya. Setelah dipastikan tidak ada, barulah Damanhuri melapor ke Polsek Kota Bangun.

“ Setelah menerima laporan korban, saya beserta anggota langsung melakukan penyelidikan dilapangan untuk mencari tahu siapa pelakunya,” ucap Subari.

Penyelidikan itu membuahkan hasil. Pada Senin (9/9/2019) lalu, petugas berhasil mendapat informasi bahwa salah seorang warga bernama Mis di RT 21, sudah lima hari meninggalkan kosan. Bahkan saat melakukan pemeriksaan di toko sembako tempat Mis bekerja, sang juragan mengatakan kalau Mis sudah tidak bekerja selama lima hari.

“ Dari situlah kami mendapatkan identitas serta alamat pelaku, yakni di Kabupaten Balangan, Kalsel,” tutur Kapolsek.

Kemudian lanjutnya, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polres Balangan untuk mencari keberadaan mobil tersebut. Sampai akhirnya dikabarkan, mobil itu beserta Mis berada di Balangan, tepatnya di Desa Hamparaya.

“ Saat itu saya bersama anggota langsung berangkat ke Balangan dan pelaku berhasil kami amankan, Kamis (12/9/2019) lalu dirumahnya,” jelas Subari.

Usai diamankan, Mis lalu dibawa kembali ke Kota Bangun. Kepada petugas Mis mengaku terpaksa mencuri lantaran sang istri minta dibelikan mobil. Karena tak bisa memenuhi keinginan tersebut, Mis ditinggalkan istrinya sebulan yang lalu.

“ Mereka tinggal di Kota Bangun baru tiga bulan lalu. Pelaku bekerja sebagai buruh sembako, sedangkan istrinya di warung makan padang. Karena pelaku tak bisa membelikan mobil, istrinya kabur dan tidak tahu dimana keberadaannya sekarang,” urai Subari.

Akhirnya, Mis nekat mencuri mobil milik Damanhuri, seorang pedagang pentol. Ketika itu Mis sedang berjalan di sekitaran RT 21 dan melihat mobil Katana itu di parkiran. Setelah Mis mengintip ke dalam mobil, Mis melihat ada kunci yang menempel.

“ Saat itu lagi hujan deras, sedangkan pemiliknya lagi tidur di dalam rumah. Kemudian pelaku mendorong mobil itu hingga ke pinggir jalan, barulah dinyalakannya,” jelasnya.

Berhasil menyolong mobil itu, Mis bergegas pulang ke kos untuk mengambil pakaian. Selanjutnya Mis meninggalkan Kota Bangun dan pergi ke Samarinda.

“ Sewaktu di Samarinda, pelaku langsung ke tempat pembuatan plat kendaraan dipinggir jalan. Saat itu dia mengubah plat mobil dari KT 1990 BI menjadi KT 1903 NS,” beber Subari.

Hampir tiga hari Mis berada di Samarinda untuk bersembunyi. Setelah merasa aman, barulah Mis pergi ke Kalsel pada Senin lalu menggunakan mobil Katana itu.

“ Sampai di Kalsel, pelaku kembali membawa mobil itu ke bengkel. Disana pelaku mengecat atau merubah warna velg (pelang) mobil dari silver menjadi hitam. Tujuannya untuk mengelabui petugas,” tambah Kapolsek, lagi.

Mis mengaku tidak ada niat untuk menjual mobil itu. Ia hanya ingin memperlihatkan kepada istrinya kalau dirinya sudah memiliki mobil. Sehingga Mis berharap istrinya yang kabur dengan pria lain bisa kembali bersamanya.

“ Ngakunya begitu, katanya istrinya kabur dengan pria lain yang punya mobil. Tapi nggak tahu apakah itu alibinya saja atau bukan,” kata Subari.

Saat ini, Mis sudah diamankan di Mako Polsek Kota Bangun beserta barang buktinya. Mis dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman diatas lima tahun penjara. (bay)

Berikan Tanggapanmu