JANGAN DIBAKAR : MN saat dimintai keterangan oleh Kanit Reskrim Polsek Tenggarong Ipda Hadi Winarno karena membuka lahan dengan cara dibakar. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Membersihkan sebuah lahan dengan cara dibakar tentu sangat dilarang oleh pemerintah. Pasalnya, selain membahayakan, hal itu tentu saja melanggar hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Tapi, meski sudah berulang kali di sosialisasikan, masih banyak saja yang nekat membuka lahan dengan cara tersebut.

Seperti yang dilakukan MN. Pria berusia 55 tahun warga Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) nekat membuka lahan dengan cara membakar pada Minggu (8/9/2019) pagi lalu di Dusun Bensamar, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong.

Akibat pembakaran lahan tersebut, areal seluas 75×50 meter rata jadi arang. Bahkan banyak terdapat kepulan asap yang dapat mencemari lingkungan dan sangat berbahaya bagi pernafasan.

“ Itu lahan dia sendiri (MN,Red), tapi akibat pembakaran itu, lahan milik orang juga kena,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Tenggarong Iptu Triyadi, melalui Kanit Reskrim Ipda Hadi Winarno kepada harian ini, Senin (9/9/2019) pagi.

Meski mengetahui membakar lahan itu dilarang, pria yang berprofesi sebagai guru honorer di Loa Janan ini mengaku terpaksa karena ingin membuat kebun padi dan jagung. Tapi disaat membakar lahan, api malah membesar.

“ Saat itu api sudah besar dan terdapat kepulan asap tebal. Sehingga anggota bersama petugas dari BPBD Kukar bergegas datang dan meminta dia untuk memadamkan api itu. Untungnya cepat ditindak, kalau tidak makin membesar,” terang Hadi.

Karena melanggar Pasal 108 UURI Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup (PPLH), yang mana setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, maka MN diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“ Dia baru kami amankan kemarin (Minggu,Red) dirumahnya, tapi tidak kami lakukan penahanan. Hanya saja proses hukum tetap berlanjut,” tutur Kanit.

Untuk itu, tambah Hadi, diimbau kepada seluruh masyarakat di Tenggarong agar tidak melakukan pembakaran apabila ingin membuat kebun.

“ Alangkah baiknya di tebasin (potong) saja, kemudian dikumpulin. Jangan-lah sampai dibakar, khawatirnya akan membesar dan meresahkan masyarakat lain,” tegasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu