DPRD Kukar Gelar Sidang Paripurna Hari Jadi Kota Tenggarong ke-237

ONENEWS, KUKAR – DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (27/9) lalu menggelar Sidang Paripurna dalam rangka Hari Jadi Kota Tenggarong ke-237. Paripurna ini dipimpin langsung Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, SE,.M.Si bersama Wakil Ketua Didik Agung Eko Wahono, SE dan seluruh anggota.

“ Di usia ke-237 ini, Kota Tenggarong, masyarakat dan pemerintah semakin mampu meningkatkan rasa cinta terhadap daerah. Kemudian terus bisa saling bahu membahu dan bertekat kuat mewujudkan harapan serta cita-citanya,” kata Abdul Rasid.

Untuk diketahui, lbu Kota Kukar yakni Tenggarong bernama Tangga Arung dan dikenal sejak berdirinya Kerajaan Kutai Ing Martadipura, kerajaan hindu pertama di Bumi Nusantara yang dipimpin oleh Raja Kudungga.

Seiring berjalannya waktu, pada abad ke-16, agama lslam mulai masuk dan berkembang di daerah Kutai semasa kepemimpinan Pangeran Aji Mahkota Mulia. Perubahan mewarnai kehidupan masyarakat dan tata pemerintahan di lingkungan kerajaan Kukar.

Sejak itu, pemerintah yang sebelumnya disebut kerajaan, diubah menjadi kesultanan. Beberapa Sultan yang berperan penting dalam berdirinya Kota Tenggarong diantaranya ialah Sultan Muslihuddin. Berkat usahanya, Sultan Muslihuddin bisa membangun keratin dan membuahkan hasil yang sangat menggembirakan.Sedikit demi sedikit Kota Tenggarong berubah menjadi lebih indah. Pada saat pengalihan Pemerintahan dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959. Pemerintahan Swapraja, Kesultanan Kukar berkurang kewenangannya dalam mengatur kehidupan masyarakatnya yang telah sekian lama dilakukan oleh kesultanan secara turun temurun.

Hal ini sekaligus secara perlahan menghilangkan budaya kesultanan dalam kehidupan masyarakat di Kukar. Namun berkat kesungguhan dan tekad dari Bupati Kukar terdahulu, Dr H Syaukani HR, budaya kesultanan di Kota Tenggarong mulai hidup dan memiliki peran kembali.

 Jangan hanya jadi acara seremonial saja. Momentum peringatan ini harus kita warnai dengan semangat untuk memelihara dan melestarikan budaya, memperbaiki dan membangun Kota Tenggarong dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,” ungkap Ketua DPRD Kukar.

Tentu saja, Rasid berharap dengan bertambahnya usia Kota Tenggarong dapat di iringi dengan kedewasaan Pemerintah Daerah dan masyarakatnya, baik dalam berfikir dan bertindak yang di implementasikan dalam pembangunan daerah di segala aspek kehidupan masyarakat, baik secara fisik maupun non fisik, jasmani dan rohani.Turut hadir Bupati Kukar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang diwakili Sekretaris Kesultanan Kukar Ir H Awang Yacoub Luthman, MM, para kepala SD, SMP se-Kecamatan Tenggarong.

Sidang paripurna dibuka dengan mendengarkan Lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan penampilan tari  daerah “Tapak Bepacar” Koreografer Dian Paramita Feat Susilo, Penata Musik Achmad Fauzi dan dilanjutkan lagu-lagu daerah yang dinyanyikan paduan suara ASN Sekretariat DPRD Kukar. (Adv/Bay)

Berikan Tanggapanmu