Photo : Ilustrasi (int)

OneNews, KUTAI KARTANEGARA – Kasus asusila terhadap anak dibawah umur memang saat ini sedang marak terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Bahkan di Polsek Tenggarong Seberang telah menerima tiga laporan kasus ini sejak awal 2019.

Hal itu dikatakan Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Abdul Rauf, melalui Kanit Reskrim Ipda Slamet Rijadi kepada harian ini, Selasa (6/8/2019) kemarin.

“ Ada tiga kasus yang dilaporkan ke kami (Polsek Tenggarong Seberang,Red), yakni tanggal 18 Januari, 17 Juni dan terakhir 12 Juli 2019. Ini terbilang banyak mas,” urai Slamet.

Dari tiga kasus itu, terdapat enam pelaku yang diamankan. Satu kasus sudah vonis di Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong, dan dua kasus lainnya masih tahap satu atau melengkapi berkas-berkas.

“ Tapi ada satu kasus yang dilimpahkan ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Kukar, karena korbannya sama,” terang Slamet.

Rata-rata, korban dalam kasus asusila yang dilaporkan berusia 16 tahun. Setidaknya jelas Slamet, ada tiga faktor mengapa hal ini bisa terjadi, yakni kurangnya pengawasan dari orang tua, kemudian pergaulan yang tidak baik, dan terakhir akibat media sosial (medsos).

“ Kasus yang dilaporkan ke kami kebanyakan berawal dari kenalan di medsos hingga berujung asusila,” beber Kanit.

Sehingga lanjutnya, guna mencegah hal itu terus terulang di kalangan masyarakat. Pihaknya terus gencar melakukan penyuluhan di sekolah-sekplah bersama Satuan Binmas Polres Kukar dan Polsek Tenggarong Seberang. Tak hanya ke sekolah saja, itu juga dilakukan mulai dari tingkat RT, desa hingga kecamatan.

“ Kita juga sering melakukan razia malam ke tempat-tempat yang ramai di kunjungi anak-anak muda. Bahkan kita juga terus berkoordinasi dengan P2TP2A selaku pendamping apabila ada kasus yang menimpa anak dibawah umur,” tuturnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu