BUTUH PERBAIKAN : Lubang di aspal Jembatan Martadipura yang sangat rawan terjadi kecelakaan apalagi saat malam hari. (Photo : Bayu/1News)

ONENEWS, KUKAR – Jembatan Martadipura yang berada di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini sangat tidak terurus. Buktinya, terdapat banyak lubang di sejumlah titik hingga membahayakan pengguna jalan yang melintas, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Padahal, sejak bisa digunakan di era Bupati Kukar Rita Widyasari pada awal tahun 2016. Jembatan sepanjang 15,3 kilometer ini setiap harinya selalu dimanfaatkan masyarakat di enam kecamatan yakni Kota Bangun, Tabang, Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis dan Muara Muntai untuk beraktifitas, seperti mengantar anak sekolah, mengangkut hasil tani hingga bekerja.

Tak hanya itu saja. Jembatan yang diresmikan pada 6 Maret 2006 oleh Menteri Dalam Negeri RI, HM Maruf, SE ini juga minim penerangan saat malam hari. Sehingga di jembatan tersebut sangat rentan terjadi kecelakaan hingga tindak kriminalitas.

“ Sering saya lewat sini (Jembatan Martadipura,Red), jadi setiap lewat harus lebih hati-hati. Selain jalannya ada yang berlubang, juga gelap kalau malam hari. Apalagi kalau berpapasan dengan mobil, mau nggak mau harus mengalah dulu, baru lewat di jalan yang bagus,” ucap Megi warga Desa Teluk Muda, Kecamatan Kenohan saat ditemui di Jembatan Martadipura beberapa waktu lalu.

Ia berharap, lubang yang sangat membahayakan ini segera diperbaiki oleh pemerintah.

“ Sudah lama rusaknya ini. Jadi pengennya sih cepat-cepat dibaiki mas, karena kalau malam susah terlihat dan disini sering kecelakaan,” cetus pemuda berusia 19 tahun ini.Sementara itu, Kapolsek Kota Bangun AKP Subari membenarkan kalau di Jembatan Martadipura memang rawan kecelakaan hingga ada yang meninggal dunia.

“ Kecelakaan sering terjadi, bahkan pernah ada yang meninggal. Saya berharap juga segera diperbaiki agar tidak memakan korban lagi,” katanya.

Mengingat kondisi jalan di Jembatan Martadipura masih banyak lubang, dihimbau kepada masyarakat yang melintas agar lebih berhati-hati.

“ Jangan kebut-kebutan kalau melintasi jembatan dan selalu fokus dalam berkendara. Kemudian jangan mengambil jalur kendaraan dari arah berlawanan hanya untuk menghindari jalan yang berlubang,” tutur Subari.

Pantauan harian ini dilapangan. Lubang sedalam 5 hingga 10 centimeter terdapat di jalan aspal setelah bentang tengah Jembatan Martadipura atau sisi kanan dari arah Kota Bangun. Bahkan akibat genangan air hujan, lubang tersebut tampak terkikis hingga terlihat semeninsasi pada lapisan dalamnya.

Tak hanya itu, sering kali terlihat pengendara sepeda motor berusaha mengambil jalan lawan hanya untuk menghindari lubang. (bay)

Berikan Tanggapanmu