Photo : Salehuddin, S.Sos,.S.Fil (doc)OneNews, KUTAI KARTANEGARA – Tercatat sejak Juli hingga Agustus 2019, tiga kasus asusila terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Mirisnya lagi, perbuatan tersebut dilakukan oleh orang terdekat yakni bapak tiri.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kukar Salehuddin, S.Sos,.S.Fil beranggapan kalau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau dinas terkait belum optimal melakukan sosialisasi ke kalangan masyarakat.

“ Memang kasus seperti ini cukup rumit terdeteksi. Namun bisa saja hal ini terjadi karena belum optimalnya sosialisasi yang dilakukan OPD terkait atau beberapa instrument lainnya seperti aparatur kecamatan, desa hingga RT (Rukun Tetangga),” ucap Salehuddin kepada harian ini.

Kasus asusila oleh bapak tiri tersebut terjadi di Kecamatan Loa Janan, Kecamatan Muara Kaman dan terakhir di Kecamatan Sebulu. Bahkan dari tiga kasus itu, dua korbannya telah berbadan dua alias hamil.

“ OPD terkait diharapkan bisa bekerja lebih maksimal. Paling tidak potensi-potensi kejahatan seperti itu bisa diminimalisir,” kata Salehuddin.

Ke depan, lanjutnya, perlu dilakukan koordinasi dan komunikas berjenjang bersama masyarakat, dengan melibatkan DPRD Kukar dan Kepolisian.

“ Memang ini bagian kerja kita bersama, tapi harusnya leading sektornya adalah OPD terkait maupun NGO (Non Governmnet Organization) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),” harap Salehuddin.

Sementara itu, informasi yang diperoleh. OPD terkait yang menangani permasalahan kasus terhadap perempuan dan anak di Kukar, dikabarkan sudah tiga tahun tidak melakukan sosialisasi ke masyarakat. Mengenai hal itu, Ketua mengatakan belum mendapatkan informasi soal itu.

“ Kami (DPRD,Red) belum mendapatkan info itu. Apakah memang kurang maksimalnya kerja OPD terkait atau karena anggaran yang minim. Namun bisa saja, untuk membuka wawasan masyarakat, sosialisasi tidak harus menggunakan anggaran OPD terkait, tapi bisa melibatkan kemitraan serta perusahaan sekitar,” imbuhnya. (Adv/bay)

Berikan Tanggapanmu