TARIK BATU : Kapolsek Muara Muntai Iptu AHA Badulu saat berada di lokasi Kapal Tugboat L Perkasa yang karam di Perairan Sungai Mahakam, Desa Batuq, Jumat (23/8/2019) malam. (ist)

ONENEWS, KUKAR – Seorang Juru Masak bernama Risman (26), Jumat (23/8/2019) malam kemarin sekitar pukul 18.45 Wita dikabarkan hilang tenggelam. Kejadiaan naas ini terjadi usai Kapal Tugboat (TB) L Perkasa yang sedang menarik Ponton bermuatan batu koral karam di Perairan Sungai Mahakam RT 03, Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Muara Muntai Iptu AHA Badulu membenarkan kejadian itu. Insiden ini berawal saat Kapal TB L Perkasa sedang melintas untuk mengangkut batu koral sebanyak 2.160 metrik kubik dari Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menuju Kecamatan Penyinggahan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

“ Jadi sewaktu melintas di Perairan Muara Muntai, Kapal Tugboat tersebut mendadak miring ke kiri. Kemudian Suwandi selaku Juru Kemudi mencoba merubah posisi Tugboat ke arah berlawanan agar kembali seimbang,” kata Badulu, Sabtu (24/8/2019) pagi.

Namun usaha yang dilakukan Suwandi gagal. Kapal Tugboat L Perkasa malah makin miring dan terbalik.

“ Ketika kapal terbalik, seluruh ABK (Anak Buah Kapal) diminta menyelamatkan diri dengan cara melompat ke dalam sungai termasuk korban (Risman,Red) dan berenang ke tepi. Tapi saat itu korban hilang tenggelam, sementara yang lain berhasil selamat,” jelas Badulu.Beruntung saat kejadian, sebuah Kapal Tugboat Saikomas yang berada dekat lokasi kejadian segera membantu. Kemudian ABK Saikomas melemparkan tali kepada ABK L Perkasa untuk dinaikkan ke atas kapal. Selanjutnya kejadian ini dilaporkan kepada Polsek Muara Muntai.

“ Dari delapan ABK yang ada di kapal, hanya satu saja yang hilang. Mereka semua berasal dari Sulawesi Selatan dan sementara ini mereka ditampung dirumah warga,” tutur Kapolsek.

Saat ini, lanjut Badulu, pihaknya masih fokus mencari keberadaan Risman bersama Koramil dan masyarakat. Karena dari keterangan salah satu saksi, Risman sempat terlihat ikut melompat ke sungai ketika kapal terbalik.

“ Ikut lompat kata salah satu ABK, tapi setelah itu hilang. Jadi bukan ikut terbawa di dalam kapalnya,” tegasnya.Dugaan sementara, penyebab karamnya Kapal Tugboat L Perkasa ini dikarenakan tidak sanggup menarik muatan batu koral. Hal itu dikarenakan mesin diesel yang digunakan hanya berukuran 400 HP x 2 saja.

“ Sementara baru itu, tapi untuk lebih jelasnya semua ABK masih kita periksa. Namun yang pasti, kejadian ini karena kelalaian dari Juru Kemudinya,” beber Badulu.

Kemudian mengenai Kapal Tugboat L Perkasa, hingga saat ini masih berada di dasar sungai. Akibat kejadian ini kerugian mencapai 1,5 miliar.

“ Kapalnya bukan terbalik lagi, tapi sudah karam di dasar sungai. Sementara ponton bermuatan batu koralnya sudah diamankan di tepi sungai,” terang Badulu. (bay)

Berikan Tanggapanmu