Photo : Ilustrasi (int)

OneNews.ID, KUKAR – Kasus asusila ternyata lagi “trend” di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Mirisnya lagi, perbuatan tersebut malah dilakukan oleh orang-orang terdekat di dalam keluarga. Tercatat dua bulan terakhir, kasus tersebut pernah terjadi di Kecamatan Loa Janan dan Muara Kaman.

Nah di Kecamatan Sebulu, kejadian itu kembali terulang. Seorang bapak tiri lagi-lagi tega menghamili anak dari istrinya sendiri. Akibat perbuatannya, pria bernama Rasno alias No (34) warga Desa Mekar Jaya harus diamankan Tim Trisula Unit Reskrim Polsek Sebulu.

“ Pelaku kami amankan pada 1 Agustus lalu dirumahnya,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Sebulu AKP Zainal Arifin kepada harian ini, Sabtu (3/8/2019) kemarin.

Karena persetubuhan itu, anak tirinya, sebut saja Melati (19) harus berbadan dua alias hamil 6 bulan dan terpaksa putus sekolah. Dari pengakuan Rasno, perbuatan itu sudah dilakukannya kepada Melati sejak masih duduk dibangku SMA kelas 1 dan masih berusia 17 tahun.

“ Pengakuan pelaku, pertama dia melakukannya pada 15 April 2018 dan terakhir 31 Juli 2019. Persetubuhan itu dilakukan pelaku sebanyak 10 kali sampai akhirnya korban hamil,” jelas Zainal.

Rasno tega menyetubuhi Melati disaat istrinya sedang tidak ada. Berawal saat Rasno pulang kerja mencari rumput. Ketika itu Rasno mendadak birahi ketika melihat Melati hanya mengenakan celana legging pendek dan tidak mengenakan jilbab. Kemudian Rasno langsung memegang tangan dan menggendong Melati masuk ke dalam kamar.

Oleh Rasno, Melati lalu diajak untuk melakukan hal yang tidak senonoh seperti dalam video porno yang pernah diperlihatkannya 20 hari sebelumnya.

“ Awalnya korban menolak, tapi karena pelaku bilang akan membuangnya diluar dan berjanji akan menikahinya, maka korban-pun terpaksa melayani nafsu pelaku hingga berulang kali,” urai Kapolsek, lagi.

Terungkapnya kasus ini bermula saat tantenya mendapat kabar dari anaknya (Sepupu Melati,Red) kalau Melati sudah dua minggu tidak masuk sekolah. Penasaran, tantenya yang tinggal satu desa lalu mendatangi rumah Melati. Ketika bertemu Melati, tantenya langsung menaruh curiga, karena melihat perut Melati membesar alias buncit.

“ Oleh saksi (tantenya,Red) langsung didesak untuk mengakui siapa yang menghamilinya. Setelah beberapa kali dibujuk, akhirnya korban mengatakan kalau bapak tirinya (Rasno,Red) yang melakukannya sampai hamil,” kata Zainal.

Tak terima atas perbuatan Rasno, kasus ini langsung dilaporkan ke Polsek Sebulu. Usai diamankan Rasno langsung diperiksa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kukar dan ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (2/8/2019) lalu.

“ Pelaku sudah kami tahan. Dia dijerat dengan Pasal 76 d Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 81 ayat (2) UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU jo Pasal 294 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tutur Zainal.

Sementara itu Rasno mengaku nekat melakukan hal itu lantaran belum diberi keturunan setelah 5 tahun menjalani pernikahan dengan ibu Melati.

“ Itu alasannya saat diperiksa penyidik. Karena dia ingin memiliki keturunan, sehingga dia tega menyetubuhi anak dari istrinya sendiri. Tapi alasan itu tidak berlaku bagi kami, apalagi saat pertama melakukannya (April 2018,Red), korban masih dibawah umur,” tegas Kapolsek. (bay)

Berikan Tanggapanmu