KORBAN LAKA : Jasad Mariani saat ditemukan polisi dan warga setelah disembunyikan di dalam kontainer usai ditabrak sopir dump truk yang kabur. (ist)

OneNews, BERAU – Malang nasib Mariani (37) warga Jalan Iswahyudi RT 3, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Ibu rumah tangga (IRT) ini ditemukan dengan kondisi tak bernyawa pada Minggu (4/8/2019) pagi sekitar pukul 09.00 Wita di dalam sebuah kontainermilik PT. Kaltim Teknik Utama (KTU) dibilangan Jalan Iswahyudi RT 008 atau dekat Dealer Mitshubishi.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, didampingi Kasat Lantas AKP Wisnu Dian Ristanto, melalui Kanit Regident IPDA Iwan Purwanto menerangkan, Mariani merupakan korban kecelakaan di Jalur Lamin atau sekitar 45 menit dari penemuan jasadnya. Kemudian oleh sopir dump truk (DT) yang menabraknya, jasad Mariani disembunyikan di dalam kontainer.

“ Untuk dump truk dan sepeda motor korban sudah kami amankan, sementara pelaku masih dalam pencarian karena kabur,” jelas Iwan kepada harian ini, Minggu sore.

Sebelum ditemukan di dalam kontainer, sopir DT tersebut malah sempat melapor kepada petugas Polantas yang piket bahwa terjadi kecelakaan di Jalan Lamin pada Sabtu (3/8/2019) malam pukul 19.00 Wita. Bahkan sopir tersebut juga mengatakan akan membawa wanita yang ditabraknya ke RS Abdul Rifai di Tanjung Redeb.

Tapi sekian lama ditunggu oleh keluarga dan petugas, sopir tersebut tak kunjung sampai membawa Mariani ke rumah sakit. Hingga akhirnya diketahui Mariani hanya disembunyikan di dalam kontainer.

Sementara jasad Mariani baru ditemukan oleh seorang siswa kelas 9 di Mts Al-Ridho bernama Ardanu Ramadhan yang sedang bermain sembunyi-sembunyian bersama teman sekolahnya. Ketika ingin bersembunyi di dalam kontainer, Ardanu mendengar suara handphone yang berbunyi.

Penasaran dengan asal suara itu, Ardanu lalu mengecek ke dalam kontainer yang kebetulan pintunya tidak tertutup. Karuan saja, saat masuk ke dalam Ardanu kaget melihat tubuh seorang wanita yang terduduk dan tidak bergerak di salah satu sudut kontainer.

Kemudian Ardanu berlari keluar untuk memberitahukan hal itu kepada penjual buah nanas bernama Sahrullah (29) yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Setelah melihat langsung, penjual nanas itu langsung memberitahukannya kepada warga dan Ketua RT 08 Dwi Hariono (44).

“ Tak lama setelah itu, ada anggota dari Polsek Teluk Bayur melintas dan melihat keramaian. Setelah diperiksa ternyata korban sudah meninggal dan terdapat bekas darah dibajunya,” terang Iwan, lagi.

Selanjutnya, jasad Mariani dievakuasi menggunakan mobil ambuland untuk divisum. Setelah itu baru diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan.

“ Kasus ini ditangani Satlantas Polres Berau, dan kami akan membantu untuk mencari keberadaan sopir yang menabraknya. Kami juga meminta kepada sopir tersebut untuk menyerahkan diri ke Polres Berau,” tambah Kasat Reskrim AKP Agus Arif Wijayanto saat dihubungi. (bay)

Berikan Tanggapanmu